Detak Tribe – Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan alasan di balik keputusan sejumlah pengelola mal pasang pagar dengan ukuran cukup tinggi di beberapa kota.
Menurutnya, alasan pasang pagar tinggi di sejumlah mal dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat aksi demonstrasi.
Seperti diketahui, sejumlah mal besar di Jakarta, Surabaya, hingga Bekasi mulai terlihat membangun pagar di area sekitar pusat perbelanjaan. Meski begitu, Alphonzus menegaskan bahwa pemasangan pagar sebenarnya bukan hal baru di industri ritel.
“Pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukanlah hal baru. Banyak pusat perbelanjaan yang sejak awal dibangun memang sudah dilengkapi dengan pagar,” kata Alphonzus, dilansir dari Liputan6, Jumat (31/07/2026).
Ia menjelaskan, untuk beberapa mal yang baru memasang pagar belakangan ini, tujuannya semata-mata untuk menjaga ketertiban di area internal serta mengatur akses keluar-masuk pengunjung.
“Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar, hal itu lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja,” ujarnya.
Selain untuk menjaga ketertiban, faktor keamanan juga menjadi salah satu pertimbangan utama, terutama bagi pusat perbelanjaan yang berada di kawasan yang kerap menjadi lokasi atau jalur aksi demonstrasi.
“Ada juga pusat perbelanjaan yang berlokasi di area yang sering dilintasi atau berdekatan dengan titik lokasi demonstrasi. Dalam hal ini, pengelola memerlukan batas atau perimeter yang jelas demi menjaga ketertiban,” jelas Alphonzus.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, juga memberikan tanggapan terkait fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal. Menurutnya, tidak ada persoalan serius maupun isu yang perlu dikhawatirkan di balik langkah tersebut.
Budi Santoso mengaku telah berkoordinasi langsung dengan asosiasi pengusaha dan pengelola pusat perbelanjaan untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Oh enggak, enggak ada masalah. Kita dari hasil koordinasi dengan Hippindo, Apindo, dan APPBI, tidak ada masalah kok. Tidak ada isu itu,” ujar Budi, Jumat (31/07/2026).
Menteri Perdagangan kembali menegaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya dari APPBI, aktivitas di pusat-pusat perbelanjaan tetap berjalan normal, aman, dan tidak terdapat persoalan yang perlu dikhawatirkan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











