Detak Tribe – Perusahaan teknologi China, Alibaba, pada Senin (03/08/2026) meluncurkan model bahasa besar (large language model/LLM) terbarunya, Qwen3.8-Max.
Model ini menjadi penyempurnaan besar dalam seri Qwen dengan menghadirkan kemampuan yang lebih canggih di bidang pengodean, penyelesaian tugas-tugas kehidupan nyata, serta penelitian. Alibaba menyebut Qwen3.8-Max memiliki 2,4 triliun parameter dan mendukung jendela konteks hingga 1 juta token.
Berdasarkan platform evaluasi pihak ketiga, Arena, model Qwen saat ini masuk dalam jajaran model bahasa besar terbaik di dunia.
Menurut Alibaba, Qwen3.8-Max memiliki kemampuan dalam coding otonom dan eksekusi jangka panjang. Model tersebut mampu beroperasi secara mandiri dalam waktu yang lama tanpa memerlukan intervensi manusia.
Saat diberi tugas untuk menciptakan kerangka kerja agen yang dapat berevolusi secara mandiri dari nol, Qwen3.8-Max mampu membangun siklus rekayasa yang menggabungkan umpan balik pengguna, praktik terbaik dari komunitas, serta data hasil uji mandiri.
Melalui proses iterasi yang terus berlangsung, mulai dari pembuatan kode, pengujian, pratinjau, hingga analisis log, model tersebut berhasil menghasilkan oh-my-cli, sebuah kerangka kerja agen yang berevolusi secara mandiri dan kini telah dirilis sepenuhnya sebagai sumber terbuka di GitHub.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah perusahaan teknologi China terus mempercepat pengembangan model kecerdasan buatan (AI) mereka.
Pada Juli lalu, perusahaan rintisan AI Moonshot AI meluncurkan model Kimi K3 yang memiliki 2,8 triliun parameter. Menurut perusahaan tersebut, Kimi K3 menjadi model AI sumber terbuka dengan jumlah parameter terbesar di dunia.
Para pakar menilai semakin banyak model besar sumber terbuka dari China yang kini berkembang dari sekadar terobosan individual menuju kemajuan secara kolektif. Perkembangan ini dinilai menawarkan pendekatan baru dalam pengembangan AI di tingkat global.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











