Detak Tribe – Alwi Farhan menorehkan sejarah baru di ajang Indonesia Masters 2026. Pebulu tangkis tunggal putra berusia 20 tahun itu mencatatkan kemenangan paling telak sepanjang final turnamen tersebut.
Dalam partai puncak yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/01/2026), Alwi sukses mengalahkan wakil Thailand, Panitchapol Teeraratsakul, lewat dua gim langsung dengan skor mencolok 21-5 dan 21-6. Pertandingan berlangsung singkat, hanya memakan waktu 25 menit.
Sepanjang penyelenggaraan Indonesia Masters sejak pertama kali digelar pada 2010, belum pernah ada laga final yang berakhir dengan skor di bawah dua angka. Rekor tersebut akhirnya pecah pada edisi 2026, bahkan terjadi dalam dua gim sekaligus.
Padahal, laga final Indonesia Masters dikenal selalu berlangsung ketat. Dari total 16 kali penyelenggaraan, enam final di antaranya harus ditentukan lewat rubber game atau tiga gim. Jika pun berakhir dua gim, selisih angka biasanya sangat tipis.
Salah satu final paling sengit tercatat pada Indonesia Masters 2014 saat Haseena Sunil Pranoy berhadapan dengan Firman Abdu Malik. Kala itu, pertandingan berakhir dengan skor 21-11, 22-20.
Sementara sebelum final 2026, skor paling jomplang dalam partai puncak tunggal putra terjadi pada edisi 2012. Saat itu, Hayom Rumbaka mengalahkan Sony Dwi Kuncoro dengan skor identik 21-11, 21-11.
Kemenangan atas Panitchapol sekaligus mengantarkan Alwi Farhan meraih gelar juara Indonesia Masters 2026. Gelar tersebut menjadi titel pertama bagi Alwi di turnamen level BWF Super 500, sekaligus menjadi trofi perdananya pada tahun 2026.
Dengan pencapaian itu, Alwi kini sejajar dengan sejumlah pemain tunggal putra Indonesia yang pernah menjuarai Indonesia Masters, yakni Jonatan Christie (2023), Anthony Sinisuka Ginting (2020 dan 2018), Tommy Sugiarto (2015), Simon Santoso (2013), Sony Dwi Kuncoro (2012), Hayom Rumbaka (2011), serta Taufik Hidayat (2010).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












