Detak Tribe – Di tengah kesibukannya sebagai pelajar di SD Darul Ilmi Surabaya, Azizatus Silfiya Faisal ternyata menyimpan bakat menulis yang luar biasa. Sembari menjalani rutinitas sekolah dan membantu pekerjaan rumah, ia menyempatkan diri membaca buku.
Selain itu, ia juga kerap mempelajari hal-hal baru demi memperkaya wawasan menulisnya. Dari kebiasaan sederhana itulah, lahir karya-karya yang kemudian membawanya meraih sejumlah prestasi di ajang perlombaan menulis.
Jejak Prestasi di Halo Penulis Group
Melalui komunitas Halo Penulis Group, Azizatus telah beberapa kali mengikuti kompetisi menulis dan mendapat hasil yang membanggakan. Pada Lomba Surat Batch 23 Volume 2 bertema “Kepada Masa Depan”, ia berhasil meraih Juara 1.
Tak berhenti di situ, ia kembali unjuk kemampuan di Lomba Puisi Batch 24 Volume 3 dengan tema “Sajak Untuk Esok”. Dalam lomba itu, ia berhasil menyandang gelar sebagai penulis terpilih.
Prestasi ketiganya ia raih lewat Lomba Surat Nulis Quotes Batch 24 Volume 2 bertema “Untuk yang Tinggal di Ingatan”. Ajang ini kembali membawanya menjadi penulis terpilih.
Inspirasi dari Orang-Orang Terdekat
Soal sumber inspirasi, Azizatus Silfiya Faisal mengaku bahwa tulisannya lahir dari pengalaman pribadi. Ia juga mendapat inspirasi dari semangat kedua orang tua, guru, dan teman-teman di sekitarnya. Baginya, menulis menjadi media untuk menuangkan harapan dan doa. Azizatus yakin bahwa apa yang ia tuliskan suatu saat bisa terwujud.
“Jadi, melalui tulisan saya ungkapkan harapan dan doa sehingga dapat terwujud,” katanya.
Keberanian di Balik Keputusan Mengikuti Lomba
Dorongan terbesar yang membuatnya memberanikan diri mengirim karya ke perlombaan adalah keinginan untuk menguji sejauh mana kualitas tulisannya. Selain itu, ia juga ingin membuat orang tuanya bangga dan memiliki karya yang benar-benar dibukukan.
“Alhamdulillah mendapatkan hasil yang memuaskan dan ini membuat motivasi saya agar tidak berhenti menulis,” ungkapnya.
Menghadapi Kebuntuan Ide
Proses menulis bagi Azizatus bukan tanpa hambatan. Ia mengaku kerap mengalami kebuntuan ide di tengah proses menulis. Bahkan, ia sering kesulitan memilih kosakata yang tepat agar tulisannya terasa lebih rapi. Menghadapi situasi itu, ia memilih untuk berhenti sejenak alih-alih memaksakan diri.
Mengambil air wudu, melaksanakan sholat, mendengarkan musik, atau sekadar bermain bersama adiknya menjadi caranya menyegarkan pikiran. Tak jarang pula ia meminta arahan dari sang ibu. Dari kebiasaan ini, ia belajar bahwa menulis tidak perlu terburu-buru, melainkan sebuah proses yang harus dinikmati.
Awal Perkenalan dengan Halo Penulis Group
Azizatus pertama kali mengenal Halo Penulis Group melalui media sosial Instagram sejak Juni 2026, ketika informasi lomba menulis puisi dan surat muncul di berandanya.
Ia tertarik bergabung karena tema-tema yang HPG angkat terasa dekat dengan kehidupannya. Selain itu, ia merasa syarat pendaftaran lomba juga ramah bagi penulis pemula sepertinya.
Azizatus menilai Halo Penulis Group sebagai komunitas yang terpercaya dengan pembinaan yang baik, serta memberi kesempatan bagi karya peserta untuk benar-benar dibukukan dengan ISBN dan HPSBN.
“Tidak hanya lomba, tetapi kita juga dapat pengalaman, teman baru, masuk grup penulis dan sertifikat juara,” jelasnya.
Harapan untuk Dunia Kepenulisan
Sebagai penulis pemula, Azizatus menaruh harapan besar agar dunia literasi Indonesia semakin hidup dan dicintai banyak kalangan, terutama anak-anak seusianya. Ia berharap karya-karya anak bangsa mendapat apresiasi yang layak dan mampu memberi dampak positif bagi pembacanya.
Untuk dirinya sendiri, ia bercita-cita dapat terus konsisten berkarya. Tidak hanya lewat antologi bersama, tetapi suatu hari kelak memiliki buku solo. Melalui tulisannya, ia berharap dapat menebar kebaikan dan menjadi penulis yang bermanfaat bagi orang lain.
Pesan untuk Penulis Pemula
Di akhir perbincangan, Azizatus Silfiya Faisal menitipkan pesan bagi teman-teman yang masih ragu untuk memulai menulis. Menurutnya, tidak ada tulisan yang buruk, yang ada hanyalah penulis yang berhenti mencoba, karena setiap penulis hebat pun pernah menjadi pemula.
Ia mengajak semua orang untuk berani menuliskan apa yang ada di hati dan pikiran tanpa menunggu kesempurnaan, sebab tulisan yang baik lahir dari proses perbaikan yang terus-menerus.
Azizatus pun mendorong siapa saja untuk memberanikan diri mengirimkan karya ke berbagai perlombaan, seperti yang telah ia lakukan di Halo Penulis Group.
“Jadi, kalau saya bisa, kalian juga pasti bisa. Ayo semangat menulis,” pungkasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











