Detak Tribe – Resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) kini menjadi salah satu ancaman kesehatan global yang paling mengkhawatirkan. Menjawab kebutuhan tersebut, buku Manajemen PPRA Terintegrasi: Pendekatan Sistem Mutu, Sinergi Klinis, dan Otomatisasi Berbasis AI hadir.
Buku karya dr. I Putu Cahya Legawa ini akan menjawab persoalan di atas. Tentunya dengan penanganan yang lebih terstruktur, terutama di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit.
Bacaan ini berbeda dari kebanyakan literatur sejenis. Di mana, literatur cenderung membahas Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) sebatas pemenuhan regulasi. Namun, karya ini justru mendorong perspektif baru, dengan menjadikan PPRA sebagai sistem mutu yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada metodologinya yang komprehensif. Penulis menggunakan pendekatan ilmiah berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Pendekatan itu penulis gunakan untuk membedah secara sistematis bagaimana tata kelola PPRA dapat terintegrasikan dengan program lain.
Integrasi ini dapat penulis lakukan dengan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
Dengan kerangka berpikir tersebut, penulis mengajak pembaca memahami bagaimana ketiga program ini sebenarnya saling terkait dan seharusnya berjalan secara sinergis. Bukan untuk berdiri sendiri-sendiri sebagaimana sering terjadi di banyak institusi kesehatan.
Selain mengulas landasan klinis seperti audit kuantitatif-kualitatif penggunaan antibiotik dan penyusunan antibiogram, buku ini juga melangkah lebih jauh dengan menawarkan inovasi kontemporer, yaitu pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk otomatisasi pengolahan data serta pelaporan manajerial.
Kehadiran unsur teknologi ini menjadi pembeda yang signifikan, mengingat banyak rumah sakit masih mengandalkan proses pengolahan data dan pelaporan PPRA secara manual, yang tidak hanya memakan waktu tetapi juga rentan terhadap kesalahan.
Penulis menyusun buku ini dengan gaya yang taktis dan aplikatif, sehingga relevan sebagai referensi bagi berbagai kalangan. Mulai dari direktur rumah sakit, komite medik, tim PPRA, kalangan akademisi, hingga praktisi manajemen kesehatan yang berkomitmen mewujudkan efisiensi operasional sekaligus keselamatan pasien.
Dengan menggabungkan landasan ilmiah, sinergi lintas program, dan sentuhan otomatisasi berbasis AI, buku Manajemen PPRA Terintegrasi dapat menjadi panduan yang relevan di tengah tantangan resistensi antimikroba yang terus berkembang di dunia kesehatan.
Buku setebal 194 halaman ini kini tersedia di Detak Pustaka Toko dengan harga Rp59.000. Kamu bisa langsung memperoleh referensi ini lewwat laman detakpustakatoko.com.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











