Lifestyle

Buku Perih Namun Tak Pedih, Merangkai Kesedihan Jadi Estetika

85
×

Buku Perih Namun Tak Pedih, Merangkai Kesedihan Jadi Estetika

Sebarkan artikel ini
Buku Perih Namun Tak Pedih, Merangkai Kesedihan Jadi Estetika
Buku Perih Namun Tak Pedih. (Dok. Detak Pustaka Toko).

Detak Tribe – Sebuah buku karya puisi bertajuk Perih Namun Tak Pedih hadir menawarkan perspektif berbeda tentang kesedihan. Buku ini menjelaskan bahwa luka bukan sekadar beban, melainkan bahan baku keindahan yang menunggu untuk dibentuk.

Penulis menggambarkan buku ini sebagai kumpulan sajak yang berani membuka tabir kepedihan paling dalam lewat untaian diksi yang memikat. Selain itu, penulis merancang setiap baitnya untuk merangkai kenangan terdalam menjadi bahasa yang apik. Buku ini ingin mengajak pembaca menjelajahi sisi lain dari kesedihan tanpa kehilangan pijakan.

Adapun yang membedakan karya ini dari kumpulan puisi pada umumnya adalah pendekatannya yang hangat dan membumi. Dengan bahasa yang mengalir dan mudah pembaca pahami, buku Perih Namun Tak Pedih berupaya mengubah rasa rindu yang perih menjadi semacam simfoni estetik.

Perasaan itu merupakan sesuatu yang menenangkan, bukan memperkeruh. Buku ini hadir bukan sekadar sebagai bacaan, melainkan sebagai teman bagi siapa saja yang sedang berusaha berdamai dengan masa lalu.

Penerbit Detak Pustaka, yang membantu proses penerbitan buku ini, menyebutnya sebagai karya yang mampu menyuarakan jeritan hati paling sunyi. Kalimat tersebut menjadi penanda bahwa buku ini menjadi sesuatu yang layak untuk pembaca kenang, bahkan dekap.

Bagi pembaca yang tertarik menambah koleksi, buku ini kini tersedia di marketplace resmi Detak Pustaka dengan harga promo Rp36.000. Informasi lebih lanjut tentang buku ini dapat kamu akses melalui situs detakpustakatoko.com.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.