Detak Tribe – Menjadi seorang ibu rumah tangga serta menjalani kesibukan akademik tak membuat dua perempuan ini berhenti berkarya. Mereka adalah Indriani dan Yolanda Anjani, dua penulis yang berkolaborasi melahirkan buku berjudul The Silent Impact: Diam Bermakna Karya Mengudara.
Buku tersebut lahir dari kesadaran sederhana, bahwa setiap manusia diciptakan Allah Swt. dengan akal, nurani, serta bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia tidak diciptakan tanpa tujuan, melainkan sebagai khalifah di muka bumi sekaligus untuk beribadah kepada-Nya.
Dari sanalah gagasan besar tentang berkarya sebagai bentuk kebermanfaatan—bahkan bernilai ibadah—menjadi benang merah dalam buku ini.
Berangkat dari Pertemuan dan Ketertarikan pada Tulisan
Yolanda Anjani, yang akrab disapa Ola, saat ini berdomisili di Medan dan akan kembali berpindah mengikuti tugas suami. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang gemar menulis dan sesekali menerima tawaran mengajar.
“Di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga, InsyaAllah tetap berusaha berkarya dan berdaya,” tuturnya.
Sementara itu, Indriani—biasa dipanggil Indi—juga berdomisili di Medan. Selain bekerja, ia merupakan mahasiswa yang aktif di organisasi dan dunia kepenulisan. Aktivitas yang padat tak menghalanginya untuk terus bertumbuh melalui karya.
Kolaborasi keduanya bermula dari pertemuan di sebuah organisasi. Indi mengaku awalnya sering menulis untuk event tertentu. Namun, ia merasa perlu memiliki teman seperjalanan dalam menulis.
“Kalau punya teman kan ada yang support, ada yang ngasih motivasi,” ujarnya.
Pertemuan saat acara buka bersama tahun 2024 menjadi titik awal kedekatan mereka. Dari saling mengikuti di Instagram, Indi menemukan bahwa Ola memiliki kebiasaan menulis yang konsisten. Ketertarikannya pada tulisan Ola menjadi pintu pembuka ajakan kolaborasi.
Di sisi lain, Ola sebenarnya tengah menyusun naskah untuk buku lain saat ajakan itu datang. Ia sempat bingung menentukan fokus. Namun, karena Indi membaca blog pribadinya dan mengaku termotivasi dari salah satu tulisannya, Ola merasa ada tanggung jawab moral untuk menerima ajakan tersebut.
“Dari situ aku menulis bareng dan alhamdulillah jadi deh terbit buku ini,” katanya.
Mengangkat Tema Karya, Berdaya, dan Muslimah
Menentukan topik bukan perkara mudah. Ola mengakui, di awal tidak ada tema khusus yang dirancang. Namun, seiring proses berjalan, mereka justru menemukan arah yang paling dekat dengan kehidupan keduanya, yakni perjalanan berkarya di tengah peran masing-masing.
Akhirnya, buku ini membahas pengalaman mereka melalui sudut pandang yang berbeda. Ola menulis sebagai seorang ibu rumah tangga yang telah memiliki anak, sementara Indi menulis dari perspektif perempuan lajang yang sedang berproses menjadi muslimah yang lebih baik.
Menurut Indi, ide awalnya sederhana, yakni ingin membuat karya yang bermakna. “Topik utamanya itu karya, berdaya, dan muslimah,” jelasnya.
Karya, dalam pandangannya, bukan sekadar menghasilkan sesuatu, tetapi memiliki tujuan yang mengarah pada kebaikan—baik untuk memotivasi diri sendiri maupun orang lain.
Hal ini sejalan dengan buku The Silent Impact: Diam Bermakna Karya Mengudara yang menegaskan bahwa berkarya tidak selalu identik dengan seni. Segala hal yang bermanfaat dapat menjadi bentuk karya. Bahkan, ketika dilakukan dengan niat yang lurus, ia bernilai ibadah di mata Allah Swt.
Mengelola Waktu di Tengah Kesibukan
Berbicara tentang produktivitas, tantangan terbesar tentu soal waktu. Indi mengakui bahwa membagi waktu adalah proses belajar yang terus ia jalani. Ia menyiasatinya dengan membuat to do list serta menetapkan target dan goals yang jelas.
“Kalau kita punya target, kita nggak bingung untuk menjalani hari-hari,” katanya. Dengan arah yang pasti, ia merasa lebih mudah mengatur prioritas di tengah kesibukan kuliah, organisasi, dan pekerjaan.
Sementara bagi Ola, kesadaran tentang berharganya waktu justru terasa ketika menjadi ibu. “Kita baru sadar waktu itu bermanfaat ketika merasa 24 jam itu kurang,” ungkapnya.
Ia terinspirasi dari buku manajemen waktu para ulama yang menggambarkan bagaimana mereka menggunakan waktu tanpa cela, tanpa ruang untuk hal yang tidak bermanfaat. Tantangan terbesarnya tentu hadir dari peran sebagai istri dan ibu. Namun, justru di sela-sela waktu luang itulah ia memaksimalkan kesempatan untuk menulis.
Menulis sebagai Ruang Menuangkan Pikiran
Ola juga dikenal memiliki blog pribadi. Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan kebutuhan. “Kalau nggak dituangkan, jadi overthinking,” ujarnya.
Menulis menjadi cara untuk merapikan pikiran sekaligus menjaga produktivitas. Ada dorongan dalam dirinya untuk terus melakukan hal yang bermanfaat.
Indi menambahkan, waktu akan terus berlalu jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Ia percaya bahwa menyebarkan kebaikan melalui tulisan adalah bentuk tanggung jawab.
“Walaupun capek, kalau punya tujuan yang besar, kita nggak egois dengan diri sendiri,” kata Indi.
Dukungan Lingkungan dan Keluarga
Lingkungan juga berperan dalam perjalanan kepenulisan mereka. Ola bersyukur karena suaminya sangat mendukung, terlebih karena sang suami juga gemar menulis.
Meski demikian, ia sempat merasakan kurangnya dukungan dari keluarga di masa lalu yang menganggap pekerjaan ideal adalah menjadi pegawai kantoran atau PNS, sementara menulis dipandang sekadar sampingan.
Berbeda dengan itu, Indi merasakan dukungan penuh dari orang tuanya. Selama apa yang ia lakukan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain serta tetap produktif, keluarganya selalu memberi restu.
Melalui buku The Silent Impact: Diam Bermakna Karya Mengudara, Indi dan Ola menunjukkan bahwa kesibukan domestik bukan penghalang untuk berkarya. Justru dari ruang-ruang sunyi itulah lahir dampak yang tak selalu terlihat, tetapi terasa.
Apabila kamu membutuhkan inspirasi di bulan Ramadan ini, buku mereka bisa menjadi jawaban. Temukan karya mereka di sini: Buku Ola dan Indi. Dalam diam, karya mereka mengudara—membawa pesan bahwa setiap perempuan, dalam peran apa pun, tetap bisa berdaya dan menjadikan tulisannya sebagai jalan yang bermanfaat.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












