Otomotif

BYD Kembali Impor Atto 3 ke Indonesia, Siapkan Transisi ke Produksi Lokal

54
×

BYD Kembali Impor Atto 3 ke Indonesia, Siapkan Transisi ke Produksi Lokal

Sebarkan artikel ini
BYD Kembali Impor Atto 3 ke Indonesia, Siapkan Transisi ke Produksi Lokal
BYD kembali impor Atto 3 ke Indonesia. (Dok. BYD Motor Indonesia).

Detak Tribe – Setelah dua bulan absen, BYD akhirnya kembali mengimpor kendaraan dari China ke Indonesia pada Maret 2026. Model yang masuk kali ini adalah Atto 3 Advanced Standard Range.

Sebenarnya, pabrikan asal Shenzhen ini memang selama ini mengandalkan impor utuh alias CBU (Completely Built Up) untuk semua mobil yang dijual di Tanah Air. Bahkan sepanjang 2025, BYD tercatat sebagai merek yang paling banyak mengimpor kendaraan ke Indonesia dibanding merek-merek lain.

Berdasarkan data impor Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) untuk periode Maret 2026, total ada 200 unit Atto 3 Advanced Standard Range yang masuk ke Indonesia.

Ini bukan pertama kalinya nama Atto 3 mencuri perhatian belakangan ini. Sebelumnya, BYD juga baru saja memperkenalkan Atto 3 Advanced Plus di ajang IIMS 2026 dengan banderol harga Rp415 juta.

Meski begitu, impor bukan berarti jadi strategi utama BYD ke depan. Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa impor masih akan dilakukan, tetapi sifatnya lebih sebagai cadangan untuk kebutuhan tertentu.

“Importasi adalah bagian dari back up plan untuk kondisi-kondisi tertentu khususnya demand market khusus. Artinya, kami tidak bisa bilang nol, tetapi kami masih bisa mengutilisasi itu untuk demand khusus, tetapi kita akan fokus untuk produksi lokal,” kata Luther, seperti dikutip dari Detik, Senin (13/04/2026).

Fokus BYD sekarang memang sudah bergeser ke produksi dalam negeri. Pabrik mereka di kawasan Subang tengah dikebut pembangunannya dan ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Sejumlah tes resmi pun sudah dijalankan sebagai bagian dari persiapan produksi lokal.

Dari sisi regulasi, BYD juga sudah mengantongi beberapa sertifikasi penting, mulai dari WMI (World Manufacturer Identifier) untuk NIK kendaraan, Certificate of Standard, hingga sertifikat IKD (Incompletely Knocked Down).

“Artinya (dengan sertifikasi) sangat eligible untuk segera berproduksi,” pungkas Luther.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.