Lifestyle

Cara Membangun Portofolio Penulis dari Nol agar Terlihat Profesional

26
×

Cara Membangun Portofolio Penulis dari Nol agar Terlihat Profesional

Sebarkan artikel ini
Cara Membangun Portofolio Penulis dari Nol agar Terlihat Profesional
Ilustrasi menulis. Cara membangun portofolio penulis. (pexels.com/JESHOOTS.com).

Detak Tribe – Mempunyai portofolio yang rapi adalah impian bagi tiap penulis. Namun, membangun portofolio sering kali terasa membingungkan, terutama bagi penulis yang masih terbilang pemula. Oleh sebab itu, artikel ini akan memaparkan cara yang bisa kamu lakukan sebagai penulis untuk membangun portofolio.

Portofolio sendiri adalah sesuatu hal yang penting bagi penulis, karena berisi daftar karya, rekam jejak perjalanan, serta bukti proses di dunia kepenulisan. Jadi, berikut ini adalah beberapa cara untuk membangun portofolio penulis yang mudah dan simpel.

1. Buat Portofolio dari Karya Kecil

Banyak penulis berpikir bahwa portofolio harus berisi karya besar atau prestasi gemilang. Padahal, portofolio yang kuat justru lahir dari konsistensi dan keberanian mencoba. Misalnya, kamu bisa mengikuti lomba di Halo Penulis untuk menambah pengalaman dan jika berhasil menjadi juara, sertifikat bisa kamu cantumkan dalam portofolio.

Selain itu, melalui lomba kepenulisan, kamu juga bisa memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya bagus, rapi, dan memuat berbagai tema. Karya-karya itulah yang kemudian menjadi fondasi utama untuk portofolio kamu.

2. Pilih Media Portofolio

Selanjutnya adalah memilih media mana yang akan kamu gunakan untuk membuat portofolio. Nantinya, portofolio yang berhasil kamu kumpulkan ini bisa kamu bagikan kepada orang lain saat dibutuhkan. Kamu bisa memakai media seperti Instagram, Blogger, bahkan Canva untuk membuatnya.

Pilih desain atau bentuk portofolio sesuai kebutuhan atau keinginan dan rapikan setiap proyeknya. Kemudian kamu bisa menyimpan portofolio itu dalam bentuk PDF atau berupa akun resmi. Pastikan karya yang kamu pilih merupakan karya terbaik.

3. Tonjolkan Kemampuan yang Relevan

Jika kamu ingin membuat portofolio sebagi penulis, maka kamu harus menonjolkan kemampuan yang relevan dengan hal tersebut. Jangan sampai kamu menampilkan suatu hal yang tidak relevan sama sekali, karena itu dapat menganggu relevansi kamu sebagai penulis.

4. Tambah Karya Baru dengan Teratur

Salah satu yang sering penulis lupakan adalah memperbarui portofolio. Banyak penulis yang membuat portofolio dan setelah selesai, portofolio dibiarkan saja tanpa pembaruan. Seharusnya, sebagai penulis yang memiliki karya terbaru, kamu harus selalu memperbarui portofolio itu secara berkala agar orang lain bisa melihat proyek baru yang sudah kamu kerjakan.

5. Buat Struktur yang Efektif

Tips terakhir adalah membuat stuktur portofolio yang efektif agar terlihat profesional. Kamu bisa menulis profil singkat pada bagian awal untuk mengenalkan siapa diri kamu. Selanjutnya, kamu bisa menyebut keahlian apa yang kamu tawarkan. Terakhir, kamu bisa memasukkan semua karya yang telah kamu kumpulkan sebelumnya.

Dengan pendekatan tersebut, klien, pelanggan, atau HRD bisa melihat profesionalitas serta keseriusan kamu dalam menekuni dunia kepenulisan. Portofolio yang bagus bukan hanya terlihat kece, tetapi juga rapi dan mudah dipahami.

Membangun portofolio menulis tidak harus kamu lakukan dengan cara besar dan terburu-buru. Kamu bisa membangunnya secara bertahap dengan teratur, sehingga hasil akhir portofolio tidak hanya cantik, tetapi juga menarik.

Bagi kamu yang ingin portofolionya tumbuh seiring dengan kematangan menulis, kamu bisa menambah portofolio dengan mengikuti lomba dari Halo Penulis. Mereka tidak hanya menawarkan proses yang sederhana, tetapi setiap proses tersebut memiliki dampak besar bagi keberlangsungan karier penulis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.