News

Caracas Diguncang Ledakan, Trump Umumkan Penangkapan Presiden Venezuela

×

Caracas Diguncang Ledakan, Trump Umumkan Penangkapan Presiden Venezuela

Sebarkan artikel ini
Caracas Diguncang Ledakan, Trump Umumkan Penangkapan Presiden Venezuela
Kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (03/01/2026). (AFP/LUIS JAIMES).

Detak Tribe – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela mencapai titik paling panas pada Sabtu (03/01/2026) pagi waktu setempat. Serangkaian ledakan dilaporkan mengguncang Ibu Kota Caracas serta sejumlah wilayah lain di negara tersebut.

Mengutip laporan Sky News, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 02.00 dini hari. Suara dentuman itu beriringan dengan suara pesawat yang terbang rendah melintasi langit Caracas. Sejumlah saksi mata menyebut asap tebal terlihat mengepul dari area hanggar di salah satu pangkalan militer di ibu kota.

Situasi mencekam membuat warga berhamburan keluar rumah. Sebagian lainnya merekam momen ledakan dan menyebarkannya melalui media sosial.

Pemerintah Venezuela kemudian mengonfirmasi bahwa serangan tidak hanya terjadi di Caracas, tetapi juga menyasar Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Total durasi serangan dilaporkan berlangsung sekitar 30 menit.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan larangan terbang di atas wilayah udara Venezuela. Keputusan itu diambil dengan alasan situasi dinilai berbahaya akibat aktivitas militer yang sedang berlangsung.

Tak lama setelah serangan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan melalui akun Truth Social miliknya bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah berhasil ditangkap.

“Amerika Serikat berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump.

Ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama antara militer dan aparat penegak hukum Amerika Serikat, serta berjanji akan menyampaikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, seorang pejabat Amerika Serikat, yang berbicara kepada Reuters, mengungkapkan bahwa penangkapan Maduro dilakukan oleh pasukan khusus elit. Namun, sumber dari kalangan oposisi Venezuela mengatakan kepada Sky News bahwa penahanan tersebut kemungkinan besar merupakan hasil negosiasi, bukan murni operasi penyergapan di lapangan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Donald Trump memang terus meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Maduro. Ia menuduh Venezuela tidak kooperatif dalam upaya pemberantasan narkotika dan menuding Nicolas Maduro terlibat dalam aktivitas terorisme narkoba yang berdampak langsung terhadap Amerika Serikat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.