KulinerUMKM

CFD Jalan Dhoho Kediri Ditata, UMKM Diarahkan Tak Lagi Terlihat Seperti Pasar Tumpah

22
×

CFD Jalan Dhoho Kediri Ditata, UMKM Diarahkan Tak Lagi Terlihat Seperti Pasar Tumpah

Sebarkan artikel ini
CFD Jalan Dhoho Kediri Ditata, UMKM Diarahkan Tak Lagi Terlihat Seperti Pasar Tumpah
Pemkot Kediri tata UMKM di CFD Jalan Dhoho. (ANTARA/ HO-Pemkot Kediri).

Detak Tribe – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mulai melakukan penataan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan car free day (CFD) Jalan Dhoho. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib sekaligus mengembangkan CFD sebagai destinasi wisata kuliner.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Eko Lukmono, mengatakan penataan tersebut bertujuan menjaga fungsi CFD sebagai ruang publik, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku UMKM agar tetap dapat menjalankan usahanya sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami memprioritaskan pelaku usaha mikro yang terdampak dari pemanfaatan lokasi CFD. Kemudian kami menyampaikan kepada pelaku usaha mikro agar kawasan CFD ke depan tidak lagi terkesan seperti pasar tumpah, tetapi bisa menjadi kawasan destinasi kuliner,” kata Eko di Kediri, Rabu (01/07/2026).

Ia juga mengajak seluruh pedagang memiliki komitmen bersama agar kawasan CFD tidak lagi terkesan seperti pasar tumpah, melainkan menjadi destinasi kuliner yang nyaman bagi masyarakat.

Menurut Eko, Dinkop UMTK Kota Kediri telah melakukan sosialisasi terkait penataan UMKM yang berjualan di kawasan CFD Jalan Dhoho.

Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi pedagang, di antaranya pengaturan jarak antarlapak sekitar 1,75 meter, menjaga kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik, khususnya bagi pedagang makanan dan minuman yang menyediakan layanan makan di tempat.

Selain penataan lapak, pihaknya juga akan mendata seluruh pelaku UMKM agar pembinaan dapat dilakukan lebih mudah. Pembinaan tersebut mencakup fasilitasi sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga pendampingan terkait keamanan pangan.

Eko menambahkan, Pemerintah Kota Kediri juga telah menyiapkan konsep penataan kawasan dengan menyediakan area duduk bagi pengunjung. Fasilitas tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih nyaman saat menikmati kuliner tanpa mengganggu fungsi trotoar maupun ruang publik.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Jalan Dhoho, Bayu Aprikale, mengatakan para pedagang mendukung upaya penataan tersebut karena dinilai mampu menciptakan ketertiban sekaligus mencegah persaingan antarpedagang dalam memperebutkan lokasi berjualan.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 300 pedagang yang berjualan di kawasan CFD Jalan Dhoho. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 pedagang yang merupakan binaan Dinkop UMTK Kota Kediri telah mengikuti sosialisasi.

“Yang ditekankan tadi soal tata tertib supaya semua bisa berjualan dengan rukun dan tidak saling sikut antar pedagang,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, paguyuban juga telah menerapkan sistem kartu tanda anggota (KTA) yang tidak dapat dipindahtangankan guna mencegah praktik jual beli lapak.

Melalui penataan ini, kawasan CFD Jalan Dhoho diharapkan menjadi lebih tertib, nyaman, sekaligus semakin memperkuat daya tarik wisata Kota Kediri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.