Inspirasi

Claudia Ruth Maria Hutahaean: Ketika Disiplin dan Imajinasi Mengantarkan Prestasi

187
×

Claudia Ruth Maria Hutahaean: Ketika Disiplin dan Imajinasi Mengantarkan Prestasi

Sebarkan artikel ini
Claudia Ruth Maria Hutahaean Ketika Disiplin dan Imajinasi Mengantarkan Prestasi
Claudia Ruth Maria Hutahaean, penulis berprestasi Nulis Quotes. (Dok. Nulis Quotes).

Detak Tribe – Claudia Ruth Maria Hutahaean merupakan siswi yang kini duduk di kelas 7 SMP dan akan naik ke kelas 8. Selain menjadi pelajar, ia juga gemar menulis, karena baginya menulis adalah sebuah kebutuhan.

Hari-harinya ia jalani dengan sekolah hingga siang, kemudian lanjut dengan pelatihan dan pembinaan olimpiade akademik di sore hari. Waktu untuk menulis pun harus ia sisihkan dari bagian hari yang tersisa, yakni malam hari, antara pukul 20.00 sampai 21.15, setelah semua urusan belajar selesai.

Meski sempit, waktu tersebut ia jaga dengan disiplin. Ia menetapkan target kecil untuk dirinya sendiri, minimal satu kalimat atau satu diksi setiap hari. Menurutnya, yang terpenting bukan seberapa banyak waktu luang yang ia miliki, melainkan seberapa baik ia memanfaatkan waktu yang ada.

Kekalahan yang Justru Menyalakan Semangat

Sebelum mengenal Nulis Quotes, Claudia pernah mencoba peruntungan di lomba cerpen tingkat nasional. Hasilnya belum sesuai harapan. Namun, alih-alih patah semangat, pengalaman itu justru mendorongnya untuk semakin rajin menulis.

Sejak saat itu, menulis menjadi kegiatan hariannya. Ia mengaku bahwa dalam kehidupan sehari-hari, ia bukan tipe orang yang mudah bercerita kepada orang lain soal perasaannya. Oleh karena itu, tulisan menjadi jalan keluarnya. Semua perasaan, mulai dari kerinduan kepada ibunya, kesedihan, maupun kebahagiaan, ia salurkan lewat kata-kata.

Ketika mulai mencari lomba yang sesuai dengan gaya menulisnya, ia menemukan Nulis Quotes. Tema-tema yang Nulis Quotes tawarkan terasa dekat dengan apa yang biasa ia tulis, sehingga ia pun memutuskan untuk mengirimkan karya.

Berbekal kebiasaannya menyiapkan naskah dari jauh-jauh hari, ia biasanya sudah bisa mengirimkan tulisan hanya satu hingga dua hari setelah lomba resmi dibuka.

Proses yang Teliti dan Tidak Terburu-buru

Menulis satu naskah bukanlah perkara cepat bagi Claudia. Ia bisa menghabiskan waktu berhari-hari hingga sekitar setengah bulan untuk menyelesaikan satu karya.

Sebagian besar tulisannya berangkat dari kisah nyata, baik dari pengalamannya sendiri maupun dari cerita orang-orang di sekitarnya. Meski begitu, ia tetap menambahkan unsur imajinasi agar alur cerita terasa lebih hidup.

Selesai menulis pun bukan berarti selesai sepenuhnya. Claudia mengaku sulit merasa puas dengan hasil tulisannya sendiri, sehingga proses revisi kerap berjalan berulang kali. Naskah yang semestinya rampung dalam 15 hari bisa bertambah hingga satu bulan, karena ia terus membaca ulang dan memperbaiki setiap bagian yang dirasa belum tepat.

Saat ide terasa tidak mengalir, ia biasanya beralih sejenak, dengan membaca karya penulis lain, menonton film, atau mendengarkan lagu. Dari satu lirik atau satu adegan pun, menurutnya, sebuah ide bisa tumbuh menjadi tulisan yang utuh.

Dua Batch, Dua Pencapaian

Di Nulis Quotes, Claudia Ruth Maria Hutahaean telah mengikuti dua kegiatan. Pada Lomba Menulis Surat Batch 16 Volume 2, ia meraih Juara 3. Ini hasil yang ia jadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri.

Kemudian pada Batch 17 Volume 2, ia berhasil meraih Juara 1. Baginya, dua pengalaman itu memperkuat keyakinannya bahwa proses belajar yang konsisten dan tekun pada akhirnya akan membuahkan hasil.

Rencana ke Depan

Untuk waktu dekat, Claudia berencana tetap menulis dengan genre yang selama ini ia geluti, terutama untuk kategori surat dan puisi yang memang dekat dengan kehidupannya. Namun, untuk cerpen, ia mulai tertarik untuk mencoba genre horor atau misteri suatu hari nanti.

Di luar rencana pribadinya, Claudia juga menyimpan harapan yang lebih luas. Ia ingin dunia sastra Indonesia terus berkembang dan semakin banyak dikenal oleh generasi muda, dengan semakin banyaknya ruang yang mendukung para penulis untuk berkarya.

Baginya, sastra bukan hanya soal hiburan, melainkan sebuah cara untuk menyampaikan nilai, pengalaman, dan cerita yang bisa bermakna bagi banyak orang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.