News

Donald Trump Dukung Aksi Protes di Iran, Tegaskan Tekanan terhadap Pemerintah Teheran

31
×

Donald Trump Dukung Aksi Protes di Iran, Tegaskan Tekanan terhadap Pemerintah Teheran

Sebarkan artikel ini
Donald Trump Dukung Aksi Protes di Iran, Tegaskan Tekanan terhadap Pemerintah Teheran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Jessica Koscielniak).

Detak Tribe – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengajak warga Iran untuk melanjutkan demonstrasi besar-besaran dan bahkan mengambil alih lembaga pemerintah.

Pernyataan Trump ini disampaikan dalam pidato di Detroit Economic Club, Michigan, Selasa (13/01/2026) waktu setempat, serta diunggah di platform Truth Social miliknya. Trump menyapa para demonstran dengan seruan: “Iranian patriots, teruslah berunjuk rasa—ambil alih institusi kalian jika memungkinkan.”

Ia juga mengimbau mereka untuk mencatat nama para pembunuh dan pelaku penyiksaan dalam upaya menekan rezim Teheran, sambil menegaskan bahwa mereka akan membayar harga yang sangat besar.

Presiden AS menambahkan bahwa pihaknya telah membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran sampai kekerasan terhadap para pengunjuk rasa berhenti. Mengenai klaim bahwa bantuan sedang dalam perjalanan, Donald Trump tidak merinci lebih jauh bentuk dukungan tersebut, menyebutnya hanya akan dipahami kemudian hari.

Dalam wawancara terpisah, Trump menyiratkan bahwa bantuan itu bisa berupa tekanan ekonomi, termasuk ancaman tarif tambahan kepada negara-negara yang tetap berdagang dengan Iran, 25 % terhadap bisnis dengan Teheran, sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan kekuasaan rezim.

Donald Trump bahkan tidak menutup kemungkinan tindakan militer, merujuk pada rekam jejak kebijakan luar negeri sebelumnya, seperti intervensi di Venezuela dan operasi yang menewaskan pemimpin ISIS serta Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Protes di Iran sendiri dipicu anjloknya nilai tukar mata uang nasional sejak akhir Desember, yang kemudian berkembang menjadi gelombang demonstrasi menentang kondisi ekonomi dan struktur kekuasaan.

Berbagai laporan dari luar negeri menyebut ribuan warga tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan, meskipun angka resmi sangat bervariasi karena pembatasan informasi di dalam negeri.

Respon dari Teheran sangat keras. Pemerintah Iran menuduh Washington dan sekutunya, termasuk Israel, memicu kekacauan dengan agenda revolusi warna yang dibantu oleh sanksi AS yang telah lama diberlakukan.

Pejabat Iran mengklaim situasi saat ini merupakan serangan asing terhadap kedaulatan nasional dan memperingatkan potensi serangan balasan terhadap pasukan AS di wilayah tersebut jika terjadi intervensi fisik.

Sementara itu, sejumlah negara termasuk Kanada, Australia, Jerman, dan Prancis telah mengikuti jejak Washington, mengeluarkan peringatan tinggi bagi warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran karena risiko penahanan sewenang-wenang dan kemungkinan eskalasi konflik.

Dengan sikap Trump yang tegas mendukung aksi massa dan opsi tindakan keras terhadap rezim Iran, situasi politik di Timur Tengah diperkirakan akan semakin rumit dalam beberapa hari mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.