Detak Tribe – Elga Senja merupakan penulis yang sehari-harinya bekerja sebagai perawat di sebuah klinik di Kota Malang. Di luar pekerjaannya itu, ia telah menyimpan ketertarikan yang cukup lama pada dunia kepenulisan, meski sempat lama terhenti.
Ketertarikan Elga pada menulis sebenarnya bukan hal baru. Sejak SMP, ia sudah menulis berbagai hal mulai dari puisi, cerpen, hingga resensi. Hanya saja, tulisan-tulisan itu tidak pernah benar-benar keluar ke publik dan lebih banyak menjadi koleksi pribadi. Setelah lulus SMA pada 2018, ia kemudian berhenti menulis karena suatu alasan.
Jeda itu berakhir sekitar awal Maret 2026, ketika ia tidak sengaja menemukan event Nulis Quotes Batch 11 Volume 2 dengan tema menulis surat untuk ayah. Tema tersebut rupanya cukup menarik perhatiannya, hingga ia memutuskan untuk ikut serta.
Walaupun belum berhasil meraih juara pada kesempatan itu, Elga mengaku cukup senang karena momen tersebut menjadi titik baliknya untuk kembali mencintai tulisan dan kembali mengenal diri sendiri lewat kata-kata.
Setelahnya, ia juga mengikuti Batch 12 Volume 2 di Nulis Quotes, serta pernah berpartisipasi dalam event di Halo Penulis dan Halo Penyair.
Mengatur Waktu Sehari-hari
Untuk mengatur waktu antara pekerjaan dan kegiatan menulis, Elga memilih malam hari sebagai waktu yang paling tepat baginya. Suasana yang hening di malam hari, menurutnya, membantu proses menuangkan perasaan ke dalam tulisan. Ia percaya bahwa untuk benar-benar bisa mendengar diri sendiri, semua distraksi perlu ia tutup terlebih dahulu.
Adapun inspirasi untuk karya-karyanya sebagian besar datang dari pengalaman pribadi. Dua lomba yang ia ikuti di Nulis Quotes, keduanya berupa surat yang ia tulis secara tulus untuk seseorang.
Kendala Selama Proses Kepenulisan
Meski begitu, menulis dari pengalaman pribadi tidak selalu berjalan mulus. Hambatan yang paling sering ia rasakan adalah soal mood. Ketika perasaan sedang tidak stabil, tulisan bisa terhenti, dan jika ia paksakan, maka hasilnya justru terasa dangkal.
Untuk mengatasinya, Elga biasa menyisihkan satu hari khusus untuk menjaga kondisinya sebelum mulai menulis, meminimalisir gangguan, dan berusaha fokus sepenuhnya. Dalam kondisi ideal, ia biasanya menghabiskan sekitar dua hingga tiga jam untuk menyelesaikan sebuah surat.
Soal kebiasaan saat menulis, ia memang menyiapkan camilan terlebih dahulu sebagai bagian dari upaya menjaga mood. Namun, begitu proses menulis sudah ia mulai, Elga Senja berusaha tidak melakukan hal lain agar tidak terganggu.
Harapan dan Ungkapan Terima Kasih
Untuk saat ini, Elga mengaku tengah fokus menyelesaikan skripsinya. Namun, ia tetap ingin terus menulis ke depannya dan berharap bisa mengembangkan diri agar tulisannya suatu hari bisa layak dibaca secara lebih luas.
Kepada Nulis Quotes, ia menyampaikan rasa terima kasihnya karena komunitas ini telah menjadi alasan baginya untuk kembali menulis, sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak bisa ia ungkapkan secara lisan.
Ia berharap Nulis Quotes terus memberikan ruang apresiasi bagi setiap karya, menjangkau lebih banyak penulis, dan menemukan berlian dari setiap tulisan yang masuk.
“Terimakasih telah memberikan ruang apresiasi untuk setiap karya. Semoga selalu menjadi hal baik, menggapai banyak penulis dan menemukan berlian melalui setiap karya,” pungkasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











