KulinerUMKM

Festival Mustika Rasa 2026 Angkat 1.000 Resep dan Kekayaan Pangan Lokal Indonesia

21
×

Festival Mustika Rasa 2026 Angkat 1.000 Resep dan Kekayaan Pangan Lokal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Festival Mustika Rasa 2026 Angkat 1.000 Resep dan Kekayaan Pangan Lokal Indonesia
Festival Mustika Rasa 2026. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Buku Mustika Rasa yang memuat sekitar 1.000 resep makanan dari berbagai daerah di Indonesia kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, yakni Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026, di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata, Wiryanti Sukamdani, menilai bahwa Mustika Rasa menjadi salah satu bukti perhatian Presiden Soekarno terhadap persoalan pangan masyarakat.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya berisi resep, tetapi juga memuat informasi mengenai bahan makanan, kandungan gizi, cara memasak, hingga teknik memotong bahan makanan.

“Seorang presiden memikirkan detail rakyatnya. Semua bisa mengambil menu dari situ. Ada 1.000 menu dari buku itu, jadi sangat luar biasa banyak dan kayanya Indonesia,” kata Wiryanti.

Wiryanti juga menegaskan pentingnya mengangkat kembali keberagaman bahan pangan lokal Indonesia. Bahan seperti sagu, singkong, ubi, sukun, porang, hingga jagung dinilai perlu terus dikenalkan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada beras sebagai sumber pangan.

“Kami ingin masyarakat kita mengapresiasi bahan-bahan yang ada di Indonesia. Kami berikan referensi juga bagaimana memasak yang sehat, enak, dan relevan bagi generasi muda,” ujarnya.

Semangat untuk mengenalkan kembali kekayaan pangan Nusantara tersebut kemudian diwujudkan melalui Festival Mustika Rasa di Yogyakarta. Festival ini menghadirkan sekitar 100 stan UMKM yang menawarkan beragam makanan tradisional, kuliner langka Nusantara, fesyen, serta kerajinan lokal.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi upaya memperkenalkan kembali resep-resep yang terdapat dalam Mustika Rasa. Ia berharap buku tersebut tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga dapat dikembangkan dan dipraktikkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.

Menurut Hasto, resep-resep dalam Mustika Rasa juga berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk dalam upaya mencegah stunting.

“Jangan hanya bicara teori, resep ini harus kita praktikkan langsung untuk mengatasi stunting,” kata Hasto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.