UMKM

Festival Pasar Imlek 2026 Mimika Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Lokal Papua Tengah

24
×

Festival Pasar Imlek 2026 Mimika Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Lokal Papua Tengah

Sebarkan artikel ini
Festival Pasar Imlek 2026 Mimika Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Lokal Papua Tengah
Festival Pasar Imlek 2026 di Mimika. (ANTARA/Marselinus Nara).

Detak Tribe – Sebanyak 38 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ambil bagian dalam Festival Pasar Imlek 2026 yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Imlek di wilayah tersebut.

Ketua Panitia Festival Pasar Imlek Mimika, Yoesoef Kurniawan, mengatakan di Timika, Selasa (17/02/2026), bahwa antusiasme UMKM sebenarnya cukup tinggi. Namun, karena keterbatasan lokasi, panitia hanya mampu mengakomodasi 38 UMKM untuk membuka stan.

“Di Mimika ini ada ratusan UMKM, tetapi karena keterbatasan tempat, hanya 38 UMKM yang bisa kami fasilitasi. Semua stan untuk mereka berjualan kami siapkan secara gratis,” ujar Kurniawan.

Menurutnya, festival ini tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan budaya masyarakat Tionghoa di Mimika. Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perputaran usaha UMKM.

Ia menyebut, sejumlah stan bahkan mampu meraih omzet hingga Rp3 juta per hari. “Kami berharap selama acara ini berlangsung ada keuntungan bagi para pelaku usaha, ada perputaran uang dalam jumlah besar di festival ini,” katanya.

Festival Pasar Imlek digelar selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Februari 2026. Sementara itu, puncak perayaan Imlek akan dilangsungkan pada perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di Gedung Eme Neme Yauware.

Salah satu anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika, Fransiska Piry, menilai festival tersebut memberi dampak nyata bagi kebangkitan ekonomi UMKM di Mimika. Dekranasda sendiri membuka enam stan yang menjual berbagai produk, mulai dari ukiran khas Suku Kamoro, anyaman, hingga aneka makanan dan minuman.

Fransiska menjelaskan, produk yang dipasarkan di stan Dekranasda berasal dari para pengukir dan pengrajin lokal Papua yang menjadi binaan mereka. Dari hasil penjualan tersebut, pihaknya mencatat keuntungan lebih dari Rp2 juta per hari.

“Keuntungan kami per hari di atas Rp2 juta. Dengan cara ini, kami bisa menyalurkan berkat bagi pengrajin asli Mimika karena kami mengambil hasil karya mereka dan membantu mereka lebih produktif untuk dipasarkan,” ujarnya.

Pelaku UMKM lainnya, Evi Rianty Dias, juga merasakan dampak positif dari penyelenggaraan festival ini. Ia menilai Festival Pasar Imlek menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Ini momen yang bagus buat kami. Ke depan, kalau ada festival lagi, semoga semakin banyak UMKM yang bisa dilibatkan,” kata Evi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.