Detak Tribe – Aksi demonstrasi yang awalnya mengguncang Ibu Kota kini merembet ke sejumlah daerah, termasuk Kota Makassar. Puncaknya terjadi pada Jumat (29/08/2025) malam, saat Gedung DPRD Makassar dilaporkan terbakar.
Kebakaran bermula setelah pagar gedung jebol dan massa berhasil masuk ke area dalam. Api cepat membesar hingga melalap pos jaga dan sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sekitar lokasi.
Saat kejadian, sejumlah pejabat tengah berada di dalam gedung. Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin bersama Wakil Wali Kota serta anggota DPRD sedang melaksanakan rapat paripurna. Seluruh pejabat itu akhirnya dievakuasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Massa menduduki kantor DPRD Kota Makassar malam ini, saat kami sedang rapat paripurna,” ujar Wakil Ketua II DPRD Makassar, Anwar Faruq, dikutip dari detikSulsel.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar, melaporkan adanya tiga korban jiwa akibat insiden ini. Korban terdiri dari dua pria dan seorang wanita. Dua di antaranya meninggal setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Selain itu, terdapat lima korban luka, dengan rincian tiga orang mengalami luka berat dan dua lainnya luka sedang. Seluruh korban kini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Makassar.
Tak hanya gedung DPRD, kebakaran juga melahap puluhan kendaraan. Dari hasil asesmen sementara BPBD Makassar, sebanyak 67 mobil hangus terbakar. Mayoritas kendaraan merupakan mobil dinas, namun ada pula mobil pribadi milik anggota dewan dan pejabat Pemkot Makassar.
Di tengah memanasnya situasi, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turun langsung menemui massa aksi. Ia berjalan kaki di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, memantau kondisi sekaligus berusaha menenangkan demonstran.
Dalam seruannya, Andi Sudirman mengajak warga Sulsel untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama. Ia juga menekankan pentingnya menahan diri agar stabilitas daerah tetap terjaga.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.