Bisnis

Groundbreaking Serentak di 13 Lokasi, Danantara Genjot Proyek Hilirisasi Energi hingga Mineral

50
×

Groundbreaking Serentak di 13 Lokasi, Danantara Genjot Proyek Hilirisasi Energi hingga Mineral

Sebarkan artikel ini
Groundbreaking Serentak di 13 Lokasi, Danantara Genjot Proyek Hilirisasi Energi hingga Mineral
Danantara genjot proyek hilirisasi. (Dok. Danantara).

Detak Tribe – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi melakukan groundbreaking serentak untuk enam proyek hilirisasi yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai US$7 miliar atau sekitar Rp117 triliun.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa keenam proyek hilirisasi ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional. Fokusnya adalah memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Menurut Rosan, proyek-proyek tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat struktur industri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa implementasi proyek ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja secara langsung.

Peresmian yang dilakukan secara serentak ini menandai dimulainya proyek hilirisasi fase I yang dikelola secara terintegrasi dan lintas sektor. Beberapa sektor yang terlibat antara lain energi, pangan, mineral, dan logam. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat fondasi industri nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor secara bertahap.

“Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Rosan dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (08/02/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis menjadi kunci keberhasilan hilirisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kemandirian industri nasional dan mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Salah satu proyek yang turut diresmikan adalah program Bioethanol di Banyuwangi. Proyek ini dijalankan oleh PTPN III (Persero) bersama Pertamina dan dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 100 KLPD (kiloliter per hari). Kehadiran proyek ini ditujukan untuk mendukung sektor energi sekaligus memperkuat rantai nilai industri nasional.

Proyek Bioethanol Glenmore diharapkan mampu memberikan manfaat luas, termasuk diversifikasi bisnis dan peningkatan nilai tambah bagi perusahaan. Selain itu, pengolahan komoditas ini juga dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, menghemat devisa negara, serta mendukung komitmen pengurangan emisi.

Tak hanya berdampak pada sektor industri, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan kesejahteraan petani mitra. Pengembangan energi terbarukan melalui bioetanol juga diharapkan mendorong pertumbuhan wilayah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa proyek tersebut membawa manfaat bagi banyak pihak. Selain memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor, proyek ini juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.

“Serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani mitra dan masyarakat sekitar melalui pengembangan bahan bakar nabati,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Penguatan sektor riil, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang kompetitif dan berkelanjutan menjadi fokus utama.

Danantara Indonesia bersama BUMN pun memastikan bahwa seluruh proyek prioritas tersebut akan direalisasikan secara disiplin dan tepat waktu, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.