News

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Waspada

22
×

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau berstatus siaga. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, di antara Lampung dan Banten. Status gunung api tersebut meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan keputusan menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau diambil berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data pengamatan, terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, serta aktivitas di permukaan yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju bagian dangkal.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan,” kata Lana Saria, dikutip dari Antara, Jumat (03/07/2027).

Selain itu, hasil pemantauan menggunakan tiltmeter di sejumlah stasiun pengamatan juga memperlihatkan kecenderungan inflasi. Menurut Lana, kondisi tersebut menandakan adanya akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api.

Badan Geologi pun merekomendasikan agar masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material pijar.

Masyarakat yang berada di sekitar pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas pemantau gunung api.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah diminta menyiapkan langkah-langkah mitigasi serta memperkuat koordinasi apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api lebih lanjut.

Badan Geologi menegaskan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan memanfaatkan jaringan seismik, deformasi, dan pengamatan visual. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan aktivitas vulkanik dapat terdeteksi sedini mungkin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.