UMKM

Harga Plastik Meroket, Pemkot Surabaya Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan

23
×

Harga Plastik Meroket, Pemkot Surabaya Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Harga Plastik Meroket, Pemkot Surabaya Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan
Ilustrasi kenaikan harga plastik. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Pemerintah Kota Surabaya kini tengah mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk segera berinovasi dengan meninggalkan penggunaan bahan plastik. Dorongan ini muncul setelah harga plastik di pasaran melonjak cukup drastis, bahkan bisa mencapai 60 persen.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menyebut lonjakan harga ini dipicu oleh naiknya harga minyak dunia sebagai bahan baku plastik, yang tak lepas dari dampak konflik yang masih berkecamuk di kawasan Timur Tengah.

“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi, memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari,” ujar Mia, Selasa (07/04/2026).

Menurut Mia, ketergantungan UMKM terhadap plastik sudah menjadi beban tersendiri bagi biaya produksi mereka. Untuk mengantisipasi agar harga produk di level konsumen tidak ikut melejit, pihak Dinkopumdag mengaku sudah bergerak aktif turun ke lapangan.

Mereka melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha agar beralih ke bahan kemasan alternatif yang dinilai lebih hemat sekaligus ramah lingkungan.

“Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Kota Surabaya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi, monitoring harga dan ketersediaan secara rutin. Kemudian melakukan pendampingan pada UMKM di lapangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, tanpa adanya gebrakan inovasi kemasan, para pelaku usaha bakal terjepit di antara dua tekanan sekaligus, yakni biaya produksi yang naik di satu sisi, sementara daya beli masyarakat justru cenderung melemah di sisi lain.

“Memang terasa dengan perubahan atau kenaikan harga plastik ini, tetapi kita melakukan pendampingan UMKM. Antara lain dengan inovasi terhadap kemasan, karena pasti akan berpengaruh dengan harga biaya produksi,” ucapnya.

Tak berhenti di sana, Pemkot Surabaya juga mendorong adanya perubahan pola distribusi barang. Salah satu langkah konkret yang dianjurkan adalah mengurangi penggunaan kemasan plastik berukuran kecil alias sachet, dan beralih ke sistem penjualan dalam kuantitas yang lebih besar.

“Jadi, kalau terkait dengan perdagangan pada umumnya ya mungkin kuantitas jual itu tidak lagi dikemas kecil-kecil. Tetapi yang memang paling signifikan itu perubahan kemasan yang harus mulai dilakukan,” pungkas Mia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.