News

IAEA Nyatakan Iran Belum Terbukti Bangun Senjata Nuklir

21
×

IAEA Nyatakan Iran Belum Terbukti Bangun Senjata Nuklir

Sebarkan artikel ini
IAEA Nyatakan Iran Belum Terbukti Bangun Senjata Nuklir
Fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran. (Dok. AFP).

Detak Tribe – Kepala badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa hingga saat ini para inspektur belum menemukan bukti adanya program terkoordinasi Iran untuk memproduksi senjata nuklir. Pernyataan ini sekaligus membantah tudingan yang selama ini disuarakan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran mengembangkan senjata nuklir.

Dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (03/03/2026), Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan kepada NBC News bahwa pihaknya belum menemukan unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir di Iran.

Meski demikian, Grossi menegaskan bahwa Iran telah memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen. Angka ini dinilai jauh melampaui kebutuhan untuk kepentingan energi sipil. Ia menyebut, tingkat pengayaan seperti itu pada umumnya hanya dimiliki oleh negara-negara yang telah mempunyai senjata nuklir.

Di sisi lain, Grossi menekankan bahwa para inspektur tidak dapat menyimpulkan Iran memiliki niat membangun bom nuklir. Namun, ia mengakui bahwa penimbunan uranium dengan kadar tersebut tetap memunculkan pertanyaan serius.

Menurutnya, pengayaan uranium sampai level 60 persen menjadi sumber kekhawatiran karena tidak ada tujuan yang jelas untuk mengumpulkan material pada tingkat setinggi itu. Ia juga menggambarkan bahwa sentrifugal Iran terus beroperasi dan menghasilkan semakin banyak material yang diperkaya.

“Secara teori, jumlah itu cukup untuk menghasilkan lebih dari 10 hulu ledak nuklir. Tetapi, apakah mereka memilikinya? Tidak,” ujar Grossi.

Sementara itu, ketegangan di kawasan terus meningkat. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/02/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior.

Sebagai respons, Iran menyatakan akan membalas tindakan AS dan Israel. Iran kemudian meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat, termasuk di Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Tak hanya itu, Iran juga menyerang Israel secara langsung. Kelompok yang selama ini dikenal mendapat dukungan dari Iran, seperti Hizbullah, turut melancarkan serangan ke wilayah Israel.

Situasi ini menandai eskalasi besar di kawasan, di tengah pernyataan IAEA yang menyebut belum adanya bukti program senjata nuklir Iran yang terstruktur dan terkoordinasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.