Inspirasi

Indri Wulandari Chayaningsih, Konsisten Berkarya di Tengah Kesibukan hingga Raih Juara 1

65
×

Indri Wulandari Chayaningsih, Konsisten Berkarya di Tengah Kesibukan hingga Raih Juara 1

Sebarkan artikel ini
Indri Wulandari Chayaningsih, Konsisten Berkarya di Tengah Kesibukan hingga Raih Juara 1
Indri Wulandari Chayaningsih, juara 1 lomba menulis puisi Halo Penyair Batch 24. (Dok. narasumber).

Detak Tribe – Perjalanan menjadi penulis puisi hingga mendapat juara 1 datang dari Indri Wulandari Chayaningsih. Sehari-harinya, Indri merupakan pelajar sekolah menengah kejuruan. Kesibukannya ini tidak menjadi penghalang untuk terus menekuni dunia tulis-menulis, terutama puisi.

Di luar aktivitas menulis, waktunya juga terisi dengan belajar, menari, mengikuti kegiatan sekolah, hingga mengembangkan kemampuan di bidang teknologi desain. Meski terbilang padat, semua kesibukan itu tetap ia jalani berdampingan dengan hobi menulisnya.

Sejauh ini, Indri sudah beberapa kali mengikuti ajang Halo Penyair. Puisinya yang berjudul “Bahasa Cinta Untukmu” tampil di Batch 21 pada urutan ke-50 jilid 2. Kemudian, ada juga puisi “Sebait Nama Tersimpan” di Batch 22 yang menempati urutan ke-81.

Puisi terakhir adalah karya yang paling membanggakan. Puisi itu berjudul “Sajak untuk Esok” di Batch 24 yang berhasil mengantarkannya meraih Juara 1.

Meski hasil yang ia peroleh selalu berbeda, lomba bukan sekadar ajang mencari penghargaan untuknya. Baginya, lomba adalah sarana belajar, mengasah kemampuan menulis, dan mengukur bagaimana karyanya diterima oleh pembaca.

Titik Awal Mengirim Karya ke Perlombaan

Ketertarikan Indri Wulandari Chayaningsih mengikuti lomba menulis berawal dari niat sederhana. Ia ingin mencoba sekaligus menuangkan isi pikiran dan perasaannya lewat tulisan. Setelah karya pertamanya masuk nominasi, ia mulai konsisten meluangkan waktu untuk menulis puisi agar bisa ia kirim dan terbit.

Baginya, mengirim tulisan ke perlombaan menjadi salah satu cara efektif untuk belajar. Setiap karya yang ia kirimkan selalu memberinya pelajaran baru. Mulai dari memperbaiki diksi, memperkuat makna, hingga menjadi lebih teliti dalam menyusun sebuah tulisan.

Mengatur Waktu di Tengah Aktivitas

Soal cara membagi waktu antara menulis dan kegiatan sehari-hari, Indri biasanya akan menyusun skala prioritas. Kewajiban utama seperti sekolah dan aktivitas lainnya selalu ia dahulukan. Barulah setelah itu ia menyisihkan waktu khusus untuk menulis, sekalipun tidak lama.

“Untuk membagi waktu dalam menulis untuk lomba dan kegiatan sehari-hari adalah membuat skala prioritas terlebih dahulu,” katanya.

Menurutnya, yang terpenting bukan seberapa panjang waktu menulis dalam sehari, melainkan konsistensi dalam menyisihkan waktu tersebut. Cara ini membuatnya tetap bisa berkarya tanpa mengorbankan tanggung jawab sehari-hari.

Kesalahan yang Perlu Penulis Puisi Hindari

Berdasarkan pengalamannya, Indri menilai ada beberapa kesalahan yang cukup umum penulis puisi lakukan. Salah satunya adalah terlalu terfokus pada keindahan kata hingga melupakan pentingnya makna dan pesan yang kuat di balik tulisan.

Diksi yang jarang digunakan memang dapat memperkaya sebuah puisi, tetapi penggunaannya harus tetap sesuai konteks agar tidak terkesan dipaksakan. Kesalahan lain yang ia soroti adalah minimnya self-editing.

Menurutnya, sering kali setelah selesai menulis, seseorang merasa karyanya sudah cukup baik sehingga langsung mereka kirim tanpa cek ulang. Selain itu, Indri juga mengingatkan pentingnya menghindari kebiasaan menjelaskan perasaan secara terlalu gamblang dalam puisi.

Karya yang Membekas di Hati

Dari sekian banyak puisi yang pernah ia tulis, “Harapan (Niskala yang Menjanjikan Fajar)”—karya yang membawanya meraih Juara 1—menjadi yang paling berkesan. Alasannya, puisi ini terasa sangat personal karena menggambarkan perjuangan seseorang mempertahankan harapan, meski pernah melewati masa-masa sulit.

Baginya, harapan terkadang hanya berwujud keberanian untuk kembali melangkah setelah gagal. Karya ini bukan hanya rangkaian kata, tetapi juga pengingat bahwa selama kemauan untuk berusaha masih ada, jalan keluar pun tetap mungkin ditemukan.

“Karya itu sangat berkesan bagi saya, karena karya ini cukup dekat dengan saya dan menggambarkan tentang bagaimana seseorang harus tetap berusaha mempertahankan harapan, meskipun pernah berada dalam keadaan yang tidak mudah,” jelasnya.

Menemukan Inspirasi dari Hal-Hal di Sekitar

Soal sumber inspirasi, Indri menjelaskan bahwa imajinasi serta hal-hal sederhana dalam keseharian justru sering menjadi pemicu ide menulis. Pengalaman pribadi, suasana di sekitarnya, percakapan, alam, sampai perasaan yang sedang ia rasakan, semuanya bisa menjadi bahan tulisan.

Kadang cukup dengan satu kata, kejadian kecil, atau suasana tertentu, sebuah gagasan muncul dan kemudian ia olah lebih lanjut melalui diksi, metafora, dan imajinasi.

Membaca karya penulis lain juga menjadi salah satu cara Indri Wulandari Chayaningsih mencari inspirasi. Bukan untuk meniru, melainkan untuk memperluas sudut pandang dan menemukan cara baru dalam menyampaikan sebuah gagasan.

Pesan dan Harapan untuk Halo Penyair

Di penghujung perbincangan, Indri mengungkapkan kesan positifnya selama mengikuti berbagai kegiatan di Halo Penyair. Menurutnya, platform ini menjadi ruang yang tepat bagi para penulis untuk berani menampilkan karya, sekaligus belajar dan berkembang bersama sesama penulis.

“Bagi saya mengikuti kegiatan seperti ini bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga tentang pengalaman, keberanian dan kesempatan untuk terus mengasah kemampuan menulis,” ungkapnya.

Ia berharap Halo Penyair dapat terus konsisten menghadirkan kegiatan yang menjadi wadah bagi para penulis, terutama penulis pemula, untuk berkarya dan mendapatkan apresiasi.

Indri juga berharap ke depannya semakin banyak tema dan kegiatan menarik yang bisa diikuti, dengan penilaian yang tetap objektif dan membangun bagi para peserta.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi kesempatan bagi para penulis untuk berkarya, seraya berharap Halo Penyair terus berkembang menjadi ruang yang menumbuhkan penulis-penulis baru.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.