Otomotif

Industri Otomotif India Melaju Pesat, Jerman Tergusur dari Posisi Tiga Dunia

41
×

Industri Otomotif India Melaju Pesat, Jerman Tergusur dari Posisi Tiga Dunia

Sebarkan artikel ini
Industri Otomotif India Melaju Pesat, Jerman Tergusur dari Posisi Tiga Dunia
Industri Otomotif India melaju pesat. (Dok. Quartz).

Detak Tribe – India semakin menunjukkan kekuatannya di industri otomotif global. Berdasarkan data dari Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles (OICA), negara tersebut berhasil menyalip Jerman dan menjadi produsen mobil penumpang terbesar ketiga di dunia pada 2025.

Sepanjang tahun 2025, produksi mobil penumpang India mencapai 5,4 juta unit. Capaian itu menempatkan India di posisi ketiga dunia, hanya berada di bawah China dan Jepang.

China masih menjadi pemimpin dengan total produksi 30,3 juta unit mobil penumpang selama 2025. Sementara itu, Jepang tetap berada di posisi kedua dengan produksi mencapai 7,2 juta unit. Di bawah India, Jerman mencatat produksi sebanyak 4,1 juta unit, sedangkan Korea Selatan membukukan 3,8 juta unit.

Menariknya, India juga menjadi negara dengan pertumbuhan produksi tertinggi di antara lima produsen mobil terbesar dunia. Jika dibandingkan dengan 2019, produksi mobil penumpang India melonjak hingga 48 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan China yang mencapai 42 persen dan Korea Selatan yang naik 6 persen. Di sisi lain, sejumlah negara dengan industri otomotif yang selama ini dikenal kuat justru mengalami penurunan produksi.

Jerman tercatat turun 11 persen, Jepang menyusut 14 persen, sementara Amerika Serikat mengalami penurunan paling tajam, yakni 49 persen menjadi 1,3 juta unit. Produksi kendaraan di Prancis dan Meksiko juga turun 36 persen, sedangkan Spanyol terkoreksi 20 persen.

Pertumbuhan industri otomotif India didorong oleh berbagai faktor, mulai dari tingginya permintaan pasar domestik, meningkatnya popularitas kendaraan SUV, hingga program insentif Production Linked Incentive (PLI) yang diberikan pemerintah.

Selain itu, aktivitas ekspor yang terus meningkat turut mendorong para produsen memperluas kapasitas produksinya. Sejumlah pabrik besar seperti Maruti Suzuki, Hyundai, Tata Motors, Mahindra, Toyota, Kia, Honda, serta Renault Nissan terus menanamkan investasi di fasilitas produksi lokal.

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, kendaraan dan komponen yang diproduksi di India juga semakin banyak diekspor ke berbagai negara.

Sebagai contoh, Hyundai Motor India telah mengekspor lebih dari 3,9 juta kendaraan dari fasilitas produksinya yang berada di Tamil Nadu. Sementara itu, Maruti Suzuki tetap menjadi salah satu eksportir kendaraan terbesar di India.

Dengan tingkat lokalisasi yang terus meningkat, termasuk pada sektor powertrain, elektronik, hingga komponen kendaraan listrik, India diperkirakan akan semakin memperkuat posisinya dalam peta industri otomotif global.

Meski masih berada di belakang Jepang, India kini sudah unggul cukup jauh dibandingkan Jerman dalam hal produksi mobil penumpang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.