BudayaKuliner

International Culinary Festival 2026 Digelar UMP, Jadi Ajang Pertemuan 22 Negara

21
×

International Culinary Festival 2026 Digelar UMP, Jadi Ajang Pertemuan 22 Negara

Sebarkan artikel ini
International Culinary Festival 2026 Digelar UMP, Jadi Ajang Pertemuan 22 Negara
International Culinary Festival 2026 Digelar UMP. (Dok. UMP).

Detak Tribe – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menggelar International Culinary Festival pada Selasa, 28 April 2026. Acara yang diprakarsai oleh Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) ini berlangsung meriah di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-61 UMP.

Festival ini menjadi titik temu berbagai budaya dari penjuru dunia. Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, hadir langsung membuka acara dan menyampaikan sambutan di hadapan tamu undangan, warga Banyumas, serta sivitas akademika. Menurutnya, perbedaan bukan hambatan, melainkan justru modal besar bagi kemajuan institusi.

“Kampus akan selalu mendukung kalian, karena bagi kami perbedaan bukanlah sebuah masalah. Diversity is beauty. Diversity is exciting. Diversity is strength. Hal ini sangat sejalan dengan visi universitas untuk meningkatkan internasionalisasi dan membawa UMP menuju World Class University,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso.

Tahun ini, festival melibatkan perwakilan dari 22 negara. Fitri Rahkmawati, S.S., M.Pd. menyebutkan deretan negara pesertanya, yakni Indonesia, Zimbabwe, RD Kongo, Myanmar, Belanda, Prancis, Slovenia, Jerman, Palestina, Tajikistan, Thailand, Filipina, Gambia, Sudan, Ghana, Maroko, Madagaskar, Yaman, Timor Leste, Pakistan, Nigeria, hingga Tanzania.

Soal sajian, pengunjung dimanjakan pilihan yang beragam. Ada jajanan lokal seperti dawet ayu dan cenil khas Indonesia, berdampingan dengan hidangan mancanegara seperti chicken biryani dari Pakistan, chicken adobo dari Filipina, gobe dari Ghana, sampai bua loy dari Thailand.

“Acara ini adalah platform di mana cita rasa bertemu dengan budaya, dan kreativitas bertemu dengan tradisi,” kata Fitri. Ia menegaskan bahwa festival ini sejatinya merupakan sarana merayakan keterhubungan dan persatuan lintas budaya, bukan sekadar ajang pamer masakan.

Kepala BKUI UMP, Condro Nur Alim, Ph.D., menambahkan bahwa ini sudah merupakan penyelenggaraan keempat kalinya, dengan hampir 100 mahasiswa internasional yang terlibat. Kehadiran pelajar hingga masyarakat umum Banyumas pun dinilai makin mempererat hubungan antara komunitas internasional dan warga setempat.

“Ini adalah momen yang tepat untuk membangun ikatan antarmahasiswa internasional, bertukar budaya, dan bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik serta lebih kuat,” tutur Condro.

Lewat International Culinary Festival ini, UMP berharap bisa terus memperluas jaringan globalnya sekaligus menghadirkan pengalaman pertukaran budaya yang berkesan, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas di sekitar Banyumas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.