Detak Tribe – John Herdman merasakan kekalahan pertamanya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Skuad Merah Putih takluk 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam (30/03/2026). Meski demikian, pelatih asal Inggris itu tidak terlalu pusing dengan hasilnya, ia justru lebih fokus ke cara main tim yang menurutnya sudah sesuai jalur.
“Menurut saya, bermain melawan tim Eropa yang memiliki tradisi, kami bermain bagus malam ini, dengan identitas yang kuat, menyerang, dan secara permanen kami terhubung,” ujar Herdman usai laga.
Namun, ada momen yang membuat John Herdman sedikit gemas, yakni peluang yang terbuang sia-sia. Indonesia sempat dua kali membentur mistar pertama lewat tembakan Ole Romeny di menit ke-72, lalu Rizky Ridho di menit ke-86. Belum lagi ada penalti yang menurut Herdman harusnya lebih tegas diberikan.
“Kami mendapatkan dua peluang membentur mistar dan penalti yang sentuhannya tidak keras. Kami sedikit kurang beruntung. Kami sudah bermain dengan benar malam ini, tetapi inilah hasilnya,” katanya.
Mantan pelatih Kanada di Piala Dunia 2022 itu juga mengapresiasi cara Indonesia mampu mengurung pertahanan Bulgaria sejak babak pertama. Menurutnya, penguasaan lapangan sudah cukup baik, meski memang belum bisa dikonversi jadi gol.
“Kami bisa bermain hingga sepertiga akhir lapangan. Kami mengontrol permainan melawan Bulgaria, tim Eropa yang memiliki tradisi,” terangnya.
Di penghujung laga, Herdman melihat ada hal-hal yang masih perlu diasah dari pemain-pemainnya, termasuk Beckham dan Dony Tri yang masuk di 10 menit terakhir.
“Mereka memiliki sedikit kualitas untuk terus ditingkatkan. Kami akan terus bekerja, kami memiliki kemajuan malam ini. Kami akan terus bekerja,” tegasnya.
Usai FIFA Series, Herdman tidak punya banyak waktu santai. Pada bulan Juli-Agustus mendatang, ia sudah ditunggu tugas berikutnya bersama Garuda di Piala AFF.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












