Inspirasi

Kailna Viela Ungkap Proses Kreatif di Balik Lahirnya The Divine & the Meaning Blueprint

72
×

Kailna Viela Ungkap Proses Kreatif di Balik Lahirnya The Divine & the Meaning Blueprint

Sebarkan artikel ini
Kailna Viela Ungkap Proses Kreatif di Balik Lahirnya The Divine & the Meaning Blueprint
Kailna Viela, penulis buku The Divine & the Meaning Blueprint. (Dok. Detak Pustaka).

Detak Tribe – Khayla Afra Bilqis Rhismafilla atau yang lebih dikenal dengan nama pena Kailna Viela adalah penulis buku The Divine & the Meaning Blueprint. Buku tersebut menjadi karya perdana Kail yang terbit melalui Detak Pustaka.

Perjalanan menulis hingga berhasil menerbitkan karya tidaklah mudah. Ia harus membagi kesibukan antara kegiatan akademis dan waktu menulisnya. Dalam kesehariannya, Kail kerap melakukan studi kasus sesuai bidang perkuliahannya.

Selain itu, ia juga harus menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi melalui waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.

Sebagian besar aktivitasnya juga ia bagi untuk mempersiapkan visi jangka panjang lima hingga sepuluh tahun ke depan. Misalnya, dengan memperdalam materi kuliah sebelum kelas berlangsung dan mencari peluang program pelajar di luar kampus.

Dari Kegemaran Membaca hingga Lahirnya Sebuah Buku

Ide penulisan buku ini bermula dari perjalanan panjang Kailna Viela dalam dunia literasi. Awalnya, ia lebih menyukai bacaan fiksi sebelum perlahan beralih ke buku nonfiksi bertema sejarah, seperti Perang Badar.

Titik baliknya terjadi ketika ia menjalin pertemanan dekat dengan seseorang yang gemar berdiskusi filsafat. Kebiasaan bertukar pikiran itu turut memengaruhi arah bacaannya. Sampai akhirnya, ia mulai tertarik pada karya-karya nonfiksi yang lebih berat seperti Sejarah Tuhan dan Breaking The Spell.

Perpindahan minat baca tersebut memunculkan berbagai pertanyaan seputar ketuhanan dan Islam yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya. Kail pun mulai mencari jawaban dengan berdiskusi langsung kepada guru agama di sekolahnya.

Memasuki kelas 11 SMA, ia bertemu dengan teman pindahan yang memiliki latar belakang pembelajaran tafsir Al-Qur’an dan hadis. Diskusi-diskusi seputar ayat yang membahas rahmat dan ampunan Allah semakin membuatnya tertarik mendalami tafsir Al-Qur’an untuk menemukan sisi keindahan Islam dari sudut pandang lain.

Puncak dari proses pencarian ini terjadi saat Kail membaca buku Tafsir di Era Revolusi Industri 4.0. Kumpulan esai dalam buku tersebut menjadi pemantik baginya untuk menuangkan berbagai pertanyaan yang selama ini berputar di kepalanya ke dalam sebuah karya tulis.

Dari rangkaian pemikiran, diskusi, dan pencarian jawaban itulah, The Divine & the Meaning Blueprint akhirnya lahir. Buku ini memuat 21 esai yang berlandaskan tafsir Al-Qur’an dan hadis. Tujuannya untuk menjawab berbagai pertanyaan, keraguan, dan rasa penasaran seputar konsep ketuhanan serta ajaran Islam dengan dukungan dalil yang kuat.

Tantangan di Balik Proses Penulisan

Menulis buku dengan tema yang cukup berat bukan tanpa hambatan. Kail mengungkapkan setidaknya ada tiga tantangan besar yang ia hadapi selama proses penulisan.

Pertama, ia harus menyusun puluhan kerangka berpikir yang sesuai dengan judul masing-masing esai, mulai dari menentukan pembuka yang tepat, isi pembahasan, hingga paragraf penutup.

Kedua, ia perlu menata tulisan agar mengalir dan mudah pembaca pahami. Tantangan ketiga terletak pada pencarian bahan riset dan literatur. Ini karena tidak semua sumber buku, jurnal, maupun artikel dapat ia akses secara daring dan gratis.

Tak jarang, Kail harus membaca jurnal atau artikel internasional yang relevan, bahkan mencari referensi dari buku fisik. Proses penulisan buku ini sendiri berlangsung cukup panjang, sejak Juli 2025 dan baru rampung pada Juli 2026.

Disiplin Waktu di Tengah Kesibukan

Untuk menyelesaikan buku ini, Kail menerapkan disiplin waktu yang konsisten. Ia biasa menyisihkan sekitar tiga jam setiap hari khusus untuk fokus menulis. Setelah target harian tercapai, sisa waktunya kemudian ia gunakan untuk menjalani aktivitas lain.

“Untuk pembagian waktu keseharian, saya biasanya menyiapkan waktu sekitar 3 jam setiap hari khusus untuk fokus menulis buku,” ungkapnya.

Harapan untuk Pembaca

Melalui The Divine & the Meaning Blueprint, Kail berharap karyanya dapat menjadi pemantik diskusi yang sehat serta sumber inspirasi baru bagi pembaca.

Lebih dari itu, ia berharap buku ini mampu membantu pembaca menemukan sudut pandang lain yang lebih mendalam tentang ketuhanan dan Islam melalui pendekatan tafsir Al-Qur’an dan hadis.

“Saya berharap buku ini dapat jadi pemantik diskusi yang sehat, menjadi sumber inspirasi baru, dan tentunya bermanfaat bagi pembaca,” katanya.

Kesan untuk Detak Pustaka

Sebelum akhirnya memutuskan bekerja sama dengan Detak Pustaka, Kailna Viela sempat mempertimbangkan tiga kandidat penerbit lain. Setelah menimbang berbagai aspek, ia memilih Detak Pustaka karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhannya, baik dari segi benefit maupun layanan yang ditawarkan.

Kail juga menyampaikan kesan positifnya selama proses kerja sama berlangsung. Sebagai penulis yang mengaku cukup perfeksionis dan kerap meminta revisi berulang kali, ia mengapresiasi kesabaran, responsivitas, dan dukungan penuh dari tim project manager Detak Pustaka sejak awal hingga akhir proses penerbitan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.