Kesehatan

Kanker Ginjal Diprediksi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2050

36
×

Kanker Ginjal Diprediksi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2050

Sebarkan artikel ini
Kanker Ginjal Diprediksi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2050
Ilustrasi organ ginjal. (Dok. Medicinenet).

Detak Tribe – Peneliti dari Fox Chase Cancer Center yang tergabung dalam tim internasional memperingatkan bahwa jumlah penderita kanker ginjal di seluruh dunia bisa melonjak drastis dalam beberapa dekade ke depan. Berdasarkan proyeksi mereka, kasusnya diperkirakan bakal berlipat ganda dalam 25 tahun ke depan.

Angkanya sendiri sudah tidak kecil. Sepanjang 2022, tercatat hampir 435.000 kasus baru kanker ginjal dan sekitar 156.000 orang meninggal akibat penyakit ini secara global. Jika tren ini tidak berubah, angka tersebut berpotensi menjadi dua kali lipat pada 2050.

Ketua Departemen Urologi di Fox Chase Cancer Center, Alexander Kutikov, menegaskan bahwa ini bukan isu yang bisa dianggap enteng.

“Kanker ginjal merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Baik tenaga medis maupun pembuat kebijakan perlu mempersiapkan diri menghadapi lonjakan kasus ini,” ujarnya, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 10 Maret 2026.

Temuan ini tertuang dalam studi bertajuk Epidemiology of Renal Cancer: Incidence, Mortality, Survival, Genetic Predisposition, and Risk Factors. Studi tersebut juga mengungkap bahwa angka kelangsungan hidup lima tahun penderita penyakit ini berkisar antara 40 hingga 75 persen, dan angkanya sangat bergantung pada lokasi serta akses layanan kesehatan.

Negara-negara dengan ekonomi lebih kuat cenderung punya tingkat harapan hidup yang lebih baik, karena deteksi bisa dilakukan lebih awal lewat pemeriksaan pencitraan rutin, ditambah ketersediaan operasi, terapi sistemik, dan radioterapi yang lebih memadai.

Soal penyebabnya, penelitian ini menyebut ada dua jalur utama. Pertama, faktor genetik. Sekitar 5 hingga 8 persen kasus kanker ginjal bersifat herediter, artinya diturunkan dalam keluarga dan kerap berhubungan dengan mutasi pada gen tertentu.

Oleh karena itu, tes genetik sangat dianjurkan bagi orang yang terdiagnosis kanker ginjal di usia muda, pasien dengan kanker di kedua ginjal sekaligus, maupun mereka yang punya riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.

Kedua, dan ini yang cukup mengkhawatirkan sekaligus memberi harapan, lebih dari separuh kasus kanker ginjal di dunia sebenarnya berkaitan dengan faktor risiko yang bisa dicegah. Di antaranya obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit ginjal kronis, kebiasaan merokok, paparan lingkungan tertentu, hingga kurangnya aktivitas fisik.

Kutikov menekankan bahwa perubahan gaya hidup bisa jadi senjata paling efektif. “Perubahan gaya hidup seperti pengendalian berat badan, pengelolaan tekanan darah dan gula darah, dan terutama berhenti merokok, dapat secara signifikan menurunkan risiko. Ini adalah strategi pencegahan yang dapat membuat perbedaan nyata,” katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.