Kesehatan

Kasus Campak di Indonesia Naik Tajam, DPR Minta Kemenkes Siap Tetapkan KLB

41
×

Kasus Campak di Indonesia Naik Tajam, DPR Minta Kemenkes Siap Tetapkan KLB

Sebarkan artikel ini
Kasus Campak di Indonesia Naik Tajam, DPR Minta Kemenkes Siap Tetapkan KLB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini. (Dok. DPR RI).

Detak Tribe – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, angkat bicara terkait lonjakan kasus campak yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia. Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi terjadinya wabah yang lebih luas.

Menurut Yahya, Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus campak terbesar kedua di dunia setelah Yaman. Data dari World Health Organization (WHO) mencatat sebanyak 10.744 kasus campak terjadi di Indonesia.

Ia menjelaskan, peningkatan kasus ini tidak lepas dari turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita pernah mencapai imunisasi rutin lengkap pada 2018 sebesar 92 persen. Namun, pada 2022 angkanya turun menjadi 87,8 persen,” ujar Yahya, dikutip dari detik.com, Sabtu (28/02/2026).

Berdasarkan data Kemenkes tahun 2026, sepanjang 2025 tercatat 11.094 kasus campak di Indonesia. Sementara itu, pada awal 2026 hingga Februari saja sudah ditemukan 550 kasus baru. Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran masih terus terjadi dan memerlukan perhatian serius.

Oleh karena itu, Yahya mendesak Kemenkes untuk bersiap menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila pertumbuhan kasus tidak dapat dikendalikan.

“Saya mendesak Kemenkes untuk waspada terhadap potensi wabah campak di Indonesia dengan bersiap menetapkan KLB jika pertumbuhannya tidak bisa dikendalikan,” tegasnya.

Yahya juga merinci lima langkah strategis yang menurutnya harus segera dilakukan pemerintah. Pertama, meningkatkan cakupan vaksinasi hingga minimal 95 persen. Kedua, memperkuat sistem surveilans dengan melibatkan pemerintah daerah.

Ketiga, memastikan respons penanganan KLB berjalan optimal dan terkoordinasi. Keempat, mengeliminasi informasi yang tidak benar atau hoaks terkait vaksinasi. Kelima, mendorong eliminasi campak sebagai bagian penting dari upaya peningkatan kesehatan nasional maupun kawasan.

Sebelumnya, isu campak kembali menjadi sorotan setelah ditemukan dua warga negara Australia yang dinyatakan positif. Keduanya diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Laporan tersebut diterima Kemenkes melalui mekanisme International Health Regulation (IHR).

Adapun lima provinsi dengan jumlah KLB terbanyak sepanjang 2026 yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Dengan tren yang terus meningkat ini, dorongan untuk memperkuat imunisasi dan pengawasan menjadi kunci agar Indonesia tidak menghadapi lonjakan kasus yang lebih besar dalam waktu dekat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.