Kesehatan

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis, Kemenkes Perkuat Imunisasi Tenaga Kesehatan

22
×

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis, Kemenkes Perkuat Imunisasi Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis, Kemenkes Perkuat Imunisasi Tenaga Kesehatan
Ilustrasi campak pada anak. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya penurunan signifikan kasus campak di Indonesia sepanjang awal 2026. Meski demikian, pemerintah tidak lantas lengah begitu saja. Sebaliknya, Kemenkes memperkuat perlindungan bagi para tenaga kesehatan dan tenaga medis di seluruh penjuru negeri.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus tertinggi terjadi pada minggu pertama 2026 dengan total 2.220 kasus. Angka itu kemudian terus menyusut hingga hanya tersisa 195 kasus pada minggu ke-13.

“Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100 persen, diikuti Kabupaten Bima 80,8 persen dan Kota Palembang 60,9 persen,” ujar Andi Saguni dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.

Sebagai langkah lanjutan, Kemenkes resmi memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya bertujuan melindungi para nakes, tetapi juga diarahkan untuk memutus rantai penularan campak yang kerap terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Andi merinci, program tersebut menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang tersebar di 14 provinsi dengan angka kasus campak tertinggi. Tak berhenti di situ, vaksinasi juga diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani program internship di berbagai wilayah Indonesia.

Pemberian imunisasi MR bagi tenaga kesehatan secara resmi dimulai pada 10 April 2026, bertempat di rumah sakit masing-masing. Setiap nakes akan mendapatkan satu dosis vaksin sebesar 0,5 mililiter yang disuntikkan secara subkutan.

“Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan, sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” kata Andi.

Di sisi lain, kasus yang sempat menarik perhatian publik juga datang dari laporan Kepala Biro Kesehatan Aji Muhawarman. Ia menyebutkan seorang pasien mengalami gejala demam, ruam merah, dan sesak napas yang terus memburuk.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien diduga menderita campak disertai komplikasi pneumonia yang memperparah kondisinya. Kondisi pasien terus merosot hingga akhirnya harus menjalani perawatan di RSUD Cimacan pada 26 Maret 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.