Kesehatan

Kasus Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) Meningkat di Sejumlah Daerah

×

Kasus Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) Meningkat di Sejumlah Daerah

Sebarkan artikel ini
Kasus Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) Meningkat di Sejumlah Daerah
Ilustrasi, nyamuk Aedes Aegypti. Foto: Flickr.com

Detak Tribe – Kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meningkat di beberapa daerah di Indonesia, menyusul musim pancaroba yang rentan terhadap penularan penyakit ini.

Baru-baru ini, seorang anak berusia 8 tahun asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi korban terbaru DBD. Menurut laporan, total kasus kematian akibat DBD di wilayah tersebut telah mencapai lima orang.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Ma’murotus Sa’diyah, mengungkapkan bahwa anak tersebut sebelumnya sudah pernah terkena DBD sekitar setahun yang lalu dan dirawat di tempat yang sama. Dia menekankan bahwa risiko serangan kedua biasanya lebih berat.

Kejadian serupa juga terjadi di Batu, Malang, Jawa Timur, di mana seorang balita berusia 4 tahun juga meninggal dunia karena DBD. Selain itu, selama periode Januari-Februari 2024, empat warga Kabupaten Bogor dilaporkan meninggal dunia akibat DBD, menambah daftar korban penyakit mematikan ini.

DBD adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk, sehingga masyarakat perlu mewaspadai gejala-gejala DBD yang tidak selalu terlihat dengan jelas. Gejala DBD dapat muncul 4-10 hari setelah terinfeksi dan bisa bertahan selama 2-7 hari.

Beberapa gejala DBD yang perlu diwaspadai antara lain:

– Demam tinggi sekitar 40 derajat Celcius.
– Sakit kepala parah.
– Nyeri di belakang mata.
– Nyeri otot dan sendi.
– Mual dan muntah.
– Kelenjar bengkak.
– Ruam.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Pasien dapat diberi Paracetamol, cukup hidrasi, dan istirahat sebagai pertolongan sementara. Tetapi, perlu diwaspadai jika gejala demam mulai turun. Gejala DBD yang lebih parah termasuk sakit perut parah, muntah terus-menerus, napas cepat, gusi atau hidung berdarah, kelelahan, gelisah, feses bercampur darah, sangat haus, kulit pucat dan dingin, serta tubuh lemas, harus segera dibawa ke unit gawat darurat.

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk, guna menghindari penularan DBD yang dapat berakibat fatal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *