Detak Tribe – Insiden kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya berhasil dijinakkan. Petugas pemadam kebakaran butuh waktu hampir tujuh jam penuh untuk menyelesaikan operasi pemadaman.
“Situasi/status kebakaran: pemadaman selesai,” demikian keterangan resmi dari command center Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Selasa (02/06/2026).
Informasi awal kebakaran masuk ke petugas damkar pada Senin (01/06/2026) sekitar pukul 20.55 WIB. Sepuluh menit berselang, pukul 21.05 WIB, operasi pemadaman langsung digelar.
Api baru benar-benar padam pada pukul 04.15 WIB dini hari. Untuk memadamkan si jago merah, sebanyak 35 unit kendaraan pemadam dan 175 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Hingga saat ini, penyebab dan kronologi kebakaran masih belum diketahui. Data soal korban pun belum final.
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan titik pengungsian bagi warga terdampak di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, memastikan lokasi pengungsian sudah siap dengan dukungan dari berbagai instansi.
“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” kata Safrizal seperti dikutip Antara, Selasa (02/06/2026).
Tiga tenda dari Dinas Sosial DKI Jakarta sudah berdiri di lokasi, sementara sejumlah kendaraan logistik dari PMI dan BPBD juga sudah tiba. Proses pendataan warga terdampak tengah berjalan, mencakup dua RW, yakni RW 04 dengan lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16), serta RW 05 yang meliputi tiga RT (RT 01, 02, dan 03).
Pendataan juga akan mencakup warga usia sekolah guna memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak tidak terbengkalai akibat bencana ini.
Setelah situasi darurat sepenuhnya tertangani, pemerintah berencana melakukan inventarisasi bangunan dan membahas langkah jangka panjang bagi warga. Termasuk kemungkinan relokasi ke hunian yang lebih aman.
“Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman,” ujar Safrizal.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











