Kesehatan

Kemenkes Tindaklanjuti Laporan Australia soal Kasus Campak dengan Riwayat Perjalanan dari RI

56
×

Kemenkes Tindaklanjuti Laporan Australia soal Kasus Campak dengan Riwayat Perjalanan dari RI

Sebarkan artikel ini
Kemenkes Tindaklanjuti Laporan Australia soal Kasus Campak dengan Riwayat Perjalanan dari RI
Ilustrasi campak. (ANTARA/HO-Kemenkes).

Detak Tribe – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerima pemberitahuan resmi dari otoritas kesehatan Australia terkait satu kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Hal tersebut disampaikan melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) oleh Australia IHR National Focal Point, kemudian diverifikasi dan langsung ditindaklanjuti oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Minggu (22/02/2026), menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan pihak Australia serta WHO Indonesia guna memastikan respons penanganan berjalan sesuai standar internasional.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Antara, kasus tersebut menyerang perempuan berusia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Ia melakukan perjalanan menggunakan maskapai Batik Air dengan rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026.

Gejala berupa ruam muncul pada 8 Februari saat yang bersangkutan berada di Perth, dan hasil pemeriksaan PCR kemudian menyatakan positif campak. Hingga saat ini dilaporkan satu kasus tanpa kematian.

Aji menambahkan, pasien tersebut merupakan warga negara Australia yang sebelumnya berkunjung ke Bandung. Pihak otoritas Australia masih melakukan penelusuran lanjutan dan belum menyampaikan informasi lebih rinci terkait perkembangan kasus.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penyelidikan epidemiologi serta memperkuat surveilans sesuai prosedur nasional penanganan campak.

Sampai saat ini belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus suspek lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara dan termasuk penyakit yang sangat menular. Secara nasional, pada 2025 tercatat 9.760 kasus campak terkonfirmasi. Sementara itu, hingga Februari 2026 telah dilaporkan sebanyak 269 kasus.

Meski angka kasus masih terpantau, hingga kini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional. Pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans aktif.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak telah lengkap sesuai jadwal, khususnya bagi mereka yang akan melakukan perjalanan internasional.

Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala demam disertai ruam diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Bagi pasien yang terkonfirmasi campak, diingatkan untuk membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.