Detak Tribe – Nama Kencana Ungu mungkin masih asing di telinga banyak orang, namun di balik nama pena tersebut, ada sosok pelajar bernama asli Intan F Putri Santoso.
Intan adalah perempuan yang terus menekuni dunia tulis-menulis di sela kesibukan sekolahnya. Statusnya sebagai pelajar membuat waktu menulisnya terbatas, namun hal itu tidak mengurangi pencapaian yang telah ia raih.
Hingga saat ini, Intan telah dua kali mengikuti kompetisi di Halo Penulis dan tiga kali di platform lain yang berbeda. Menariknya, dari seluruh batch lomba di Halo Penulis yang pernah ia ikuti, ia selalu berhasil meraih predikat penulis terpilih.
Awal Mula Menulis dari Fanfiksi Masa SMP
Kecintaan Intan pada dunia menulis ternyata sudah tumbuh sejak lama, tepatnya saat ia duduk di kelas 9 SMP. Saat itu, ia mulai mencoba menulis fanfiksi oneshot sebagai langkah awal.
Namun, keputusan untuk benar-benar terjun ke ajang perlombaan baru ia ambil pada awal tahun 2025. Keputusan itu menandai jarak waktu yang cukup panjang antara mulai menyukai menulis dan berani mengujinya di ranah kompetisi.
Cara Sederhana Mengatasi Kebuntuan Ide
Sebagaimana penulis pada umumnya, Intan juga tidak lepas dari kondisi kebuntuan ide, terutama ketika hendak mengikuti perlombaan. Ia mengakui bahwa ide yang semula sudah terbayang di kepala bisa saja mendadak hilang begitu saja.
Untuk mengatasinya, Intan memiliki cara yang cukup sederhana, yakni membaca teks apa saja yang ada di sekitarnya atau memperhatikan lingkungan sekitar.
Kebiasaan mengamati lingkungan itu juga kerap menjadi sumber ide dalam tulisannya. Beberapa hal yang ia temui di kehidupan nyata kemudian ia olah dan modifikasi agar terasa lebih fiksi dan tidak terkesan monoton.
Menulis Apa Adanya Lebih Penting daripada Sempurna
Berdasarkan pengalamannya, Intan menilai kesalahan yang paling sering penulis pemula lakukan pada umumnya berkaitan dengan teknik penulisan. Misalnya, kekeliruan meletakkan tanda petik setelah dialog maupun kurang tepatnya pemilihan diksi dalam menggambarkan cerita.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sifat perfeksionis justru menjadi hal yang perlu penulis pemula hindari. Menurutnya, kemampuan menulis akan terasah lebih baik apabila seseorang membiasakan diri menulis apa adanya, mengikuti alur cerita, serta rajin berlatih tanpa terlalu terpaku pada kesempurnaan.
Kencana Ungu juga menegaskan pentingnya kebiasaan membaca sebagai pendamping menulis, agar wawasan penulis terus bertambah.
“Tentu tidak lupa juga diimbangi dengan membaca, agar pengetahuan kita juga bertambah,” katanya.
Pengalaman Menulis di Luar Cerpen
Meski selama ini ia menulis cerpen di Halo Penulis, Intan rupanya juga memiliki pengalaman menulis dalam bentuk lain. Ia pernah menulis puisi untuk keperluan tugas sekolah, dan karyanya tersebut mendapat apresiasi baik dari gurunya.
Tak hanya itu, Intan juga pernah mencoba menulis sebuah novella dan mengirimkannya ke penerbit Grasindo. Sayangnya, naskah tersebut belum mendapat persetujuan untuk diterbitkan. Namun, ia memandang hal itu sebagai bagian yang wajar, mengingat saat itu ia masih berada di tahap awal sebagai penulis.
Harapan untuk Halo Penulis dan Dunia Kepenulisan Tanah Air
Di penghujung wawancara, Intan menyampaikan kesannya terhadap Halo Penulis, yang ia nilai sebagai salah satu ajang menulis terbaik yang pernah ia ikuti. Intan menyoroti pengelolaan yang amanah serta banyaknya event menarik yang Halo Penulis selenggarakan.
Selain itu, Intan juga berharap Halo Penulis dapat terus menghadirkan event-event baru yang menarik, sekaligus memperluas ragam genre yang ditawarkan ke depannya. Tak sampai di situ, Intan juga menitipkan harapan yang lebih luas bagi dunia kepenulisan Indonesia.
“Halo Penulis itu benar-benar tempat event menulis terbaik baik saya. Sangat amanah, banyak eventnya. Pokoknya benar-benar baik deh. Sungguh baik,” ujar Kencana Ungu.
Ia berharap semakin banyak penulis Tanah Air yang berani menerbitkan karya-karyanya, serta bermimpi Indonesia suatu saat dapat melahirkan penulis sehebat J.K. Rowling. Harapan lain adalah agar karya tulis semakin dihargai dan dicintai oleh masyarakat Indonesia di masa mendatang.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











