News

Keracunan MBG di Sidoarjo, 19 Lembaga Pendidikan Terdampak dan 431 Santri Dirawat

21
×

Keracunan MBG di Sidoarjo, 19 Lembaga Pendidikan Terdampak dan 431 Santri Dirawat

Sebarkan artikel ini
Keracunan MBG di Sidoarjo, 19 Lembaga Pendidikan Terdampak dan 431 Santri Dirawat
431 santri alami keracunan massal di Sidoarjo. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq).

Detak Tribe – Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (01/09/2026). Ratusan santri tersebut kini menjalani perawatan di delapan rumah sakit rujukan.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, membantah kabar yang sempat beredar terkait adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa keracunan massal tersebut.

“Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegas Emil saat meninjau korban keracunan MBG di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Rabu (02/09/2026).

Emil mengatakan, keluhan kesehatan serupa ternyata tidak hanya dialami oleh para santri Ponpes Manbaul Hikam. Sejumlah siswa dari sekolah lain yang juga menerima MBG dari dapur penyedia yang sama dilaporkan mengalami keluhan.

“Nah, memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren beliau, Mambaul Hikam ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi, kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kalitengah,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi respons cepat berbagai pihak dalam menangani ratusan santri yang berdatangan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Emil, total ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak dalam kejadian tersebut. Lembaga pendidikan yang terdampak tidak hanya pesantren, tetapi juga mencakup SMA, SMP, SD hingga TK. Seluruh lembaga tersebut berada di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

“Ada 19 lembaga yang terdampak. Ada 19 lembaga pendidikan yang terdampak, salah satunya Ponpes Manbaul Hikam. Ada SMA swasta, ada juga SMP, SD swasta juga ya. TK pun juga ada,” kata Emil.

Emil juga mengungkapkan bahwa SPPG Tanggulangin Kalitengah yang menjadi penyedia MBG sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum kejadian keracunan terjadi.

“Nah, sebenarnya SPPG ini sudah memperoleh SLHS, kita telusuri. Catatan-catatan asesmen juga menunjukkan sarana prasarananya memadai. Tenaga-tenaganya juga banyak yang sudah mengikuti sertifikasi penjamah makanan, sertifikasi halal pun juga sudah diperoleh,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, memastikan dapur SPPG Kalitengah Tanggulangin yang menyuplai MBG ke Ponpes Manbaul Hikam telah dihentikan sementara atau di-suspend oleh BGN pusat setelah kejadian tersebut.

“Sementara ini karena memang sementara di-suspend, dari BGN sudah surat turun di-suspend sementara,” ujarnya.

Teguh mengatakan, belum ada kepastian mengenai berapa lama penghentian sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin akan berlangsung. Keputusan tersebut masih menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan sampel di laboratorium.

“Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi, sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah disuspennya suspend sementara atau suspend permanen,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.