News

Keraton Kasunanan Surakarta Kembali Memanas saat Penyerahan SK Menteri Kebudayaan

24
×

Keraton Kasunanan Surakarta Kembali Memanas saat Penyerahan SK Menteri Kebudayaan

Sebarkan artikel ini
Keraton Kasunanan Surakarta Kembali Memanas saat Penyerahan SK Menteri Kebudayaan
GKR Timoer Rumbai saat berbicara dalam konferensi pers pasca agenda penyerahan SK Menteri Kebudayaan, Minggu (18/01/2026). (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar).

Detak Tribe – Situasi di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta kembali memanas pada Minggu (18/01/2026). Ketegangan muncul ketika dua kubu yang sama-sama mengklaim tahta kerajaan terlibat adu mulut di hadapan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Peristiwa tersebut terjadi dalam acara penyerahan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan tentang Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Surakarta. Rencananya, SK Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 akan diserahkan kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KG-PA) Tedjowulan di Pendapa Sasana Sewaka.

Pada awalnya, acara berjalan lancar. Kubu Pakubuwana XIV Purbaya tidak terlihat menghadiri kegiatan tersebut. Namun, suasana berubah setelah Lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan.

GKR Pakubuwana, yang merupakan ibunda PB XIV Purbaya, tiba di lokasi bersama GKR Panembahan Timoer Rumbai dan langsung memasuki Sasana Sewaka. Keduanya kemudian duduk di barisan paling depan bersama para tamu undangan.

Ketegangan mulai terasa saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan sambutan. Di tengah pidato tersebut, sejumlah pendukung PB XIV Purbaya terlihat membagikan fotokopi surat keberatan terkait penunjukan KG-PA Tedjowulan sebagai pihak pengelola Keraton Surakarta.

Aksi itu membuat suasana Keraton Kasunanan Surakarta yang semula tenang mendadak riuh. Para tamu undangan tampak membicarakan isi surat keberatan yang dibagikan di dalam ruangan.

Situasi semakin memanas ketika Fadli Zon turun dari podium. Acara sejatinya akan dilanjutkan dengan penyerahan SK Menteri Kebudayaan kepada KG-PA Tedjowulan. Namun, prosesi tersebut terhenti setelah GKR Panembahan Timoer Rumbai secara tiba-tiba naik ke atas podium. Di hadapan Menteri Kebudayaan, Timoer meminta waktu untuk menyampaikan pernyataan.

“Saya minta waktu untuk bicara sebentar,” ucapnya.

Tindakan tersebut langsung memicu reaksi keras dari ratusan abdi dalem dan kerabat keraton yang hadir. Sejumlah peserta acara meneriakkan agar GKR Panembahan Timoer turun dari podium.

Suasana di dalam Sasana Sewaka pun semakin panas. Beberapa abdi dalem bergerak maju dan mendesak Timoer untuk meninggalkan lokasi karena dinilai mengganggu jalannya acara.

Setelah ketegangan mereda, acara akhirnya ditutup dengan doa. Hingga berita ini diturunkan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon belum secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 kepada KG-PA Tedjowulan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.