UMKM

Kerja Sama Indonesia dan Kanada Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Melalui UMKM

50
×

Kerja Sama Indonesia dan Kanada Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Melalui UMKM

Sebarkan artikel ini
Kerja Sama Indonesia dan Kanada Fokus Ciptakan Lapangan Kerja melalui UMKM
Ilustrasi UMKM. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Pemerintah Indonesia terus menggenjot perluasan lapangan kerja melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fokus utama diarahkan pada UMKM yang dipimpin perempuan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Pemerintah Kanada yang mengucurkan pendanaan lebih dari 22 juta dolar Kanada atau setara sekitar Rp266,4 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung lima program penguatan UMKM di Indonesia.

Pendanaan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha, khususnya UMKM di sektor makanan olahan, agar lebih produktif, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menyerap tenaga kerja. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk memperluas akses UMKM Indonesia ke pasar ekspor.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Muda Pembangunan Internasional Kanada, Randeep Sarai, saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta.

“Saya dengan senang hati mengumumkan lebih dari 22 juta dolar Kanada untuk lima proyek baru yang akan membantu memperkuat kemitraan ekonomi Kanada dan Indonesia,” ujar Randeep.

Pemerintah Indonesia menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional. Penguatan tersebut mencakup akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, hingga pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dengan dukungan tersebut, UMKM diharapkan mampu memperluas skala usaha sekaligus membuka peluang kerja baru, terutama bagi perempuan.

Dari total dana yang disiapkan, dua proyek utama difokuskan langsung pada peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM. Proyek Climate Resilient Agri-Food Trade Promotion Support (CRAFTS) memperoleh pendanaan sebesar 5 juta dolar Kanada atau sekitar Rp60,5 miliar untuk jangka waktu enam tahun.

Program ini ditujukan untuk mendukung UMKM sektor makanan olahan melalui penguatan layanan pendukung perdagangan serta penerapan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Selain itu, proyek Economic Linkages for Enhanced Value, Trade and Exports (ELEVaTE) yang dijalankan bersama Catalyste+ juga menerima pendanaan sebesar 5 juta dolar Kanada untuk periode enam tahun.

Program ini menargetkan sekitar 400 UMKM Indonesia agar lebih siap menembus pasar ekspor melalui peningkatan kapasitas usaha dan penguatan jejaring perdagangan internasional.

Tidak hanya berfokus pada penguatan UMKM di dalam negeri, Pemerintah Indonesia juga mendorong pemanfaatan peluang kerja di luar negeri melalui kerja sama ketenagakerjaan yang terstruktur. Dalam kesempatan tersebut, Randeep menyampaikan bahwa Kanada membuka peluang kerja bagi warga negara Indonesia di berbagai sektor.

“Kami memiliki berbagai peluang, mulai dari dokter di sektor kesehatan, pekerja teknologi, hingga tenaga di sektor ekonomi dan perawatan, termasuk perawatan lansia. Selalu ada kebutuhan yang harus dipenuhi,” katanya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja, baik melalui penguatan ekonomi domestik maupun pemanfaatan peluang kerja global secara aman dan berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.