Detak Tribe – Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang membawa total 271 penumpang dan awak kapal dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu pagi (02/08/2026). Kapal yang tengah berlayar dari Surabaya menuju Makassar tersebut mengalami insiden di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Hingga pukul 16.00 WIB pada Minggu (02/08/2026), Kantor SAR Surabaya melaporkan bahwa insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 mengakibatkan lima orang meninggal dunia, 225 orang berhasil diselamatkan, sementara 41 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 111 korban selamat dan dua korban meninggal dunia dievakuasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (02/08/2026) malam. Sebelum para korban turun dari kapal, tim kesehatan terlebih dahulu melakukan proses triase dengan memeriksa kondisi fisik seluruh korban selamat.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan bahwa saat ini pemerintah memprioritaskan proses verifikasi dan pencocokan data antara manifes resmi perusahaan dengan jumlah korban yang telah dievakuasi oleh kapal-kapal penolong.
“Semua kapal itu masuk ke sini, kita akan cocokkan dengan manifes dari perusahaan, apakah memang sudah semua terevakuasi atau masih ada yang belum terevakuasi, mungkin masih harus dilakukan pencarian,” ujar Dudy.
Menurut Dudy, proses pendataan membutuhkan ketelitian lebih karena sejumlah kapal penolong masih dalam perjalanan dan mengalami kendala sinyal komunikasi.
Selain itu, terdapat proses pemindahan korban dari satu kapal ke kapal lain di tengah laut. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menuntaskan validasi data agar tidak terjadi perbedaan antara data administrasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, melaporkan masih ada puluhan orang yang belum dievakuasi dari total 232 penumpang dan 39 anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal.
“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” kata Didit, Minggu (02/08/2026).
Saat laporan pertama diterima, sebagian badan kapal sudah dilalap api. Para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal sambil menunggu bantuan datang. Namun, sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang akhirnya memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
“Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi, ada 4 kapal yang merapat,” demikian keterangan Nanang dalam laporan Kantor SAR Surabaya.
Kantor SAR Surabaya memperkirakan perjalanan menuju lokasi kejadian menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi membutuhkan waktu sekitar enam jam.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











