Inspirasi

Layka Zakira, Ubah Stres Ujian Menjadi Prestasi Menulis di Halo Penulis

95
×

Layka Zakira, Ubah Stres Ujian Menjadi Prestasi Menulis di Halo Penulis

Sebarkan artikel ini
Layka Zakira, Ubah Stres Ujian Menjadi Prestasi Menulis di Halo Penulis
Layka Zakira, penulis berprestasi Halo Penulis. (Dok. narasumber).

Detak Tribe – Siapa sangka, tekanan menjelang ujian justru bisa membuka jalan baru bagi seseorang. Itulah yang terjadi pada Layka Zakira, remaja berusia 14 tahun yang kini telah dua kali mengikuti lomba menulis di Halo Penulis dan berhasil meraih juara 1 pada kesempatan keduanya.

Layka pertama kali mengenal Halo Penulis pada bulan April lalu. Kala itu, ia sedang dalam kondisi lelah setelah belajar untuk TKA dan ingin mencari kegiatan yang bisa menjadi pelampiasan.

Dua hari sebelum TKA dilaksanakan, ia menemukan lomba menulis dari Halo Penulis dan langsung mendaftar serta mengirimkan ceritanya di hari yang sama.

Keputusan spontan itu ternyata membuahkan hasil. Pada lomba pertamanya, Lomba Menulis Batch 25 Volume 2, Layka berhasil masuk sebagai penulis terpilih dengan peringkat 5 di jilid 1. Kemudian pada lomba kedua, Batch 3 Volume 3, ia naik lebih tinggi dan meraih juara 1.

Membagi Waktu ala Layka

Mengikuti lomba menulis sambil mempersiapkan TKA tentu bukan hal yang mudah. Namun, Layka memiliki cara tersendiri untuk membagi waktunya. Ia menetapkan sekitar satu setengah jam untuk belajar materi TKA, khususnya matematika.

Kemudian, ia beristirahat sekitar 30 menit untuk makan, minum, melamun, atau sekadar bermain ponsel. Setelah itu, ia menggunakan dua jam berikutnya khusus untuk menulis. Keduanya ia atur menggunakan alarm agar waktu yang sudah terjadwal tidak terlewat begitu saja. Kedisiplinan itu sudah tertanam dalam diri Layka sejak kecil.

Fiksi Murni dari Kepalanya Sendiri

Seluruh karya Layka merupakan cerita fiksi murni. Ia tidak mencampurkan kisah nyata ke dalam tulisannya. Ide dan alur cerita ia gali dari pikirannya sendiri.

Namun, sesekali ia juga bertanya kepada AI seperti ChatGPT dan Gemini untuk memastikan bahwa alur yang ia buat sudah berjalan dengan baik. Di luar menulis, keseharian Layka banyak ia isi dengan membaca novel dan komik, serta melukis.

Tiga Hambatan

Layka mengakui ada beberapa hambatan yang ia hadapi selama proses menulis, terutama pada lomba pertama. Pertama adalah writer’s block, kondisi ketika ide tiba-tiba buntu di tengah proses penulisan, sementara waktu yang tersedia tidak banyak.

Selain itu, ia juga harus tetap fokus mengejar materi TKA secara bersamaan, dan di sisi lain masih punya tanggung jawab membantu orang tuanya mengerjakan pekerjaan rumah.

Pada lomba kedua, situasinya lebih longgar karena semua ujian dan tugas sekolah sudah selesai, sehingga ia bisa berkonsentrasi penuh pada tulisannya.

Untuk menghadapi writer’s block, Layka memilih untuk tetap menulis apa pun yang ada di benaknya, selama masih berkaitan dengan alur cerita. Jika kondisinya sudah benar-benar mentok dan otaknya terasa penuh, ia memilih beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan.

Rencana ke Depan

Soal rencana ke depan, Layka mengaku masih ingin mengikuti lomba serupa. Namun, ia punya pertimbangannya sendiri, yakni hanya akan ikut jika tema yang ditawarkan sesuai dengan imajinasinya.

Kepada Halo Penulis, ia menitipkan pesan agar terus mengadakan event lomba menulis, karena menurutnya kegiatan seperti itu membuat para peserta semakin terlatih menulis dalam berbagai tema. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena merasa kemampuan menulisnya ikut berkembang sejak bergabung.

“Dan saya juga terima kasih kepada Halo Penulis karena saya merasa skill menulis saya juga semakin meningkat,” ungkapnya.

Perjalanan Layka Zakira mungkin baru beberapa bulan, tapi jejaknya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa ia serius dengan dunia yang ia geluti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.