Inspirasi

Meilina Suci Ardelia Buktikan Luka Kehilangan Bisa Melahirkan Karya Inspiratif

66
×

Meilina Suci Ardelia Buktikan Luka Kehilangan Bisa Melahirkan Karya Inspiratif

Sebarkan artikel ini
Meilina Suci Ardelia Buktikan Luka Kehilangan Bisa Melahirkan Karya Inspiratif
Meilina Suci Ardelia, juara 1 lomba di Nulis Quotes Batch 19 Vol. 2. (Dok. narasumber).

Detak Tribe – Meilina Suci Ardelia, atau yang lebih akrab disapa Mei, adalah penulis muda yang berhasil meraih predikat juara. Mei tak menyangka bahwa tulisan yang ia buat untuk melampiaskan perasaannya sendiri justru mengantarkannya meraih juara 1.

Ajang yang berhasil menjadikannya juara adalah lomba dari Nulis Quotes batch 19 vol. 2. Menariknya, karya berjudul “Kepadamu Ayah” tersebut bahkan menjadi tulisan pertama yang ia ikutsertakan dalam sebuah lomba menulis.

Menjalani Peran Ganda Sehari-hari

Di balik kesibukannya menulis, perempuan berusia 22 tahun ini memiliki tanggung jawab besar dalam kesehariannya. Ia mengurus rumah tangga sekaligus adik perempuan satu-satunya yang saat ini masih bersekolah di tingkat SMA.

“Kesibukan aku sekarang mengurus rumah layaknya rumah tangga. Mengurus adik perempuan satu-satunya yang kini sedang menempuh pendidikan SMA, sambil kerja freelance,” ungkapnya.

Peran tersebut ia jalani setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Dengan demikian, Mei harus mengambil peran sebagai pekerja secara freelance demi mencukupi kebutuhan hidup berdua bersama sang adik.

Berawal dari Kebiasaan Memendam Perasaan

Ketertarikan Mei pada dunia tulis-menulis telah ia mulai sejak masa SMP. Ia mengaku dulunya adalah sosok yang suka memendam perasaan dan cenderung menjadi people pleaser. Banyak cerita yang tidak bisa ia sampaikan kepada orang lain, sehingga menulis menjadi satu-satunya cara untuk melepaskan semua yang ia rasakan.

Pengalaman menjadi korban bully secara verbal karena kepandaiannya dalam matematika turut menjadi bagian dari perjalanannya. Dari situ, tumbuh keinginan untuk suatu hari menulis buku yang bisa menginspirasi banyak orang, sekaligus menjadi amal jariyah baginya.

Ia pun memegang teguh prinsip hidup untuk melukis sebuah lukisan indah di atas kanvas dunia, karena manusia bisa mati, tetapi karya akan tetap ada.

Menulis Ulang Kisah Hidup Sendiri

Karya yang ia tulis untuk lomba tersebut merupakan kisah nyata dari perjalanan hidupnya, berisi pelajaran hidup serta caranya mengatasi dan berdamai dengan berbagai peristiwa yang pernah ia alami.

Mei juga mengungkapkan bahwa kebiasaannya memendam perasaan selama ini ternyata membawa dampak yang tidak ia duga terhadap kondisi kesehatannya.

“Kisah nyata gitu kak tentang hidup aku, di mana aku ingin berbagi apa saja yang aku pelajari di hidup ini. Gimana cara aku mengatasi dan berdamai sama semuanya,” jelas Meilina Suci Ardelia.

Tangis yang Menjadi Bagian dari Proses Kreatif

Proses penulisan karya ini tidak lepas dari tantangan emosional. Mei mengaku hambatan terbesarnya adalah menangis, sebab menulis kembali kisah tersebut membuatnya teringat pada banyak kenangan yang menyedihkan.

Soal kunci kesuksesannya meraih juara 1, Mei mengaku tidak memiliki strategi khusus. Ia hanya menuliskan rasa rindunya yang mendalam terhadap sosok ayah. Sosok yang menurutnya sangat penting bagi seorang anak perempuan di usianya untuk diajak berdiskusi dan mencari arah hidup.

Baginya, kekuatan sebuah tulisan terletak pada kedalaman perasaan penulisnya saat menuangkan kata demi kata, bukan pada teknik penulisan semata.

Menghadapi Kesedihan dengan Cara Sendiri

Mei memiliki caranya sendiri dalam mengatasi kesedihan, yakni dengan tidak menahannya. Ia memilih untuk menangis hingga tuntas, lalu melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Guna menghindari overthinking, ia mengalihkan diri dengan kesibukan rumah tangga seperti memasak dan bebersih, atau mengerjakan hal-hal yang bisa menghasilkan penghasilan tambahan.

Rencana ke Depan sebagai Penulis

Untuk karya-karya selanjutnya, Mei mengaku lebih tertarik menulis dalam format kisah, seperti memoar maupun buku bertema self improvement, self help, dan motivasi, daripada menulis novel. Selain lewat tulisan, ia juga berniat mengekspresikan kreativitasnya melalui seni gambar dan melukis, yang juga menjadi kegemarannya.

“Aku lebih suka tentang kisah kak. Ntah itu memoar, buku self improvement atau self help, atau buku-buku motivasi,” katanya.

Pesan bagi Para Penulis Pemula

Di akhir perbincangan, Mei berpesan kepada penulis pemula yang masih ragu mengikuti lomba agar berani memulai, sebab tidak ada yang tahu pasti hasil apa yang menanti di depan.

Ia turut menyampaikan kesannya selama mengikuti Nulis Quotes, yang menurutnya menjadi wadah positif yang memotivasi para penulis untuk terus berani berkarya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.