Budaya

Menbud Fadli Zon Dorong Tempe Mendunia Lewat Pengakuan UNESCO

61
×

Menbud Fadli Zon Dorong Tempe Mendunia Lewat Pengakuan UNESCO

Sebarkan artikel ini
Menbud Fadli Zon Dorong Tempe Mendunia Lewat Pengakuan UNESCO
Tempe khas Indonesia. Menbud Fadli Zon dorong tempe mendunia lewat pengakuan UNESCO. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berharap tempe yang tengah diupayakan terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dapat terus berkembang sebagai salah satu pangan khas Indonesia.

Ia menilai pengakuan tersebut bukan hanya penting untuk memperkuat identitas budaya, tetapi juga membuka peluang agar tempe semakin dikenal di tingkat internasional serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para perajinnya.

Fadli Zon menyebutkan, jumlah perajin tempe di Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,5 juta orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa tempe bukan sekadar produk pangan, melainkan bagian dari ekonomi budaya yang termasuk dalam objek pemajuan kebudayaan nasional.

“Pekerja yang membuat tempe ini sampai 1,5 juta orang. Jadi, ini bagian juga dari ekonomi budaya, karena budaya itu termasuk di dalam objek,” ujar Fadli Zon usai acara Festival Budaya Tempe: Goes to UNESCO yang digelar di Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Minggu (21/12/2025).

Ia menambahkan, tempe kini tidak lagi dipandang hanya sebagai makanan tradisional. Dalam perkembangannya, tempe telah membentuk sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak, mulai dari produsen, pelaku industri kreatif, hingga sektor pemasaran.

Menurutnya, pengembangan tempe juga tidak boleh berhenti pada proses produksi semata. Tahap pascaproduksi dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah, seperti melalui inovasi produk, pengemasan yang lebih modern, serta strategi pemasaran yang lebih luas.

“Ada hilirisasinya tempe dalam berbagai bentuk panganan-panganan yang lain. Adapun ekspresi yang lain yang semakin kreatif,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud), Giring Ganesha, menilai upaya menjadikan tempe sebagai warisan budaya dunia sejalan dengan tren global saat ini. Ia menyoroti pergeseran gaya hidup masyarakat dunia yang semakin mengarah pada pola makan sehat.

“Karena sekarang kita tahu bahwa dunia juga lagi shifting, semua pengennya makannya sehat, clean eating, terus vegan. Jadi ini adalah momentum yang luar biasa untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang sehat,” kata Giring.

Ia berharap, dengan pengelolaan yang lebih baik dan terstruktur, tempe dapat bersaing di pasar global. Selain itu, pengakuan internasional tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para perajin tempe di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.