Inspirasi

Mujibu Da’wat Ubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Buku tentang Kejujuran

117
×

Mujibu Da’wat Ubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Buku tentang Kejujuran

Sebarkan artikel ini
Mujibu Da’wat Ubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Buku tentang Kejujuran
Mujibu Da’wat penulis buku Jujur itu Mahal Membangun Karakter dari Keputusan-Keputusan Kecil. (Dok. Penerbit HAS).

Detak Tribe – Kejujuran sering diuji lewat keputusan-keputusan kecil yang tampak sepele. Gagasan itulah yang Mujibu Da’wat angkat dalam bukunya, Jujur Itu Mahal Membangun Karakter dari Keputusan-Keputusan Kecil. Bagi Mujib, sapaan akrabnya, buku ini adalah karya pertama yang ia selesaikan di sela berbagai kesibukan.

Mujib sendiri sehari-harinya berprofesi sebagai HRD Manager di perusahaan yang bergerak di berbagai sektor. Di samping pekerjaan itu, ia sedang menempuh pendidikan S1 Hukum dan aktif sebagai Pengurus DKM di masjid. Ia juga seorang suami dan ayah dari dua anak.

Ide yang Tumbuh dari Lingkungan Sekitar

Buku ini bersumber dari pengalaman dan renungan Mujib tentang cara karakter dan kejujuran terbentuk lewat keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Inspirasinya datang dari persoalan yang ia temui di sekitarnya, mulai dari dunia kerja dan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

Keinginan terbesarnya adalah mengubah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, sekaligus berbagi nilai kehidupan. Selain itu, seorang mentor menyarankannya agar mulai memperkenalkan pemikiran dan pengalamannya kepada publik melalui buku.

Tujuh Bulan Menyusun Naskah

Dari awal penulisan hingga buku terbit, Mujib membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan. Ia mengakui prosesnya terasa cukup panjang karena masih pemula, apalagi ia ingin naskahnya bersifat reflektif dan memuat pembelajaran yang relevan bagi pembaca.

“Untuk prosesnya sendiri, kurang lebih 7 bulan sampai akhirnya naskah ini selesai dan diterbitkan,” ungkapnya.

Menyiasati Waktu di Tengah Pekerjaan

Untuk membagi waktu antara pekerjaan dan menulis, Mujib memasukkan penulisan naskah ke dalam jadwal prioritas mingguan. Mentornya—yang juga pimpinan di tempat ia bekerja—ikut memberi dorongan, sehingga proses menulis punya ruang konsentrasi tersendiri.

Ia mendapat lebih banyak waktu saat libur semester tahun ini. Mujib juga mengambil cuti kerja ketika anak-anaknya libur sekolah, dan menurutnya menulis sambil berlibur cukup produktif. Hasilnya bahkan melampaui ekspektasi awalnya. Semula ia hanya berharap bisa menerbitkan buku saat ulang tahunnya yang ke-40 pada November.

Suasana Hati dan Pengorbanan Keluarga

Menurut Mujib, tantangan terbesar dalam menulis adalah pembagian waktu dan suasana hati yang mudah terganggu. Ketika mood sedang kurang baik, ia sulit melanjutkan tulisan. Ia mengatasinya dengan memilih tempat menulis yang kondusif, seperti kafe atau food court yang tenang, terutama saat akhir pekan.

Kebiasaan itu berdampak pada keluarganya. Mereka harus berlibur tanpa kehadiran Mujib. Saat mereka pergi ke pusat perbelanjaan, ia mencari tempat yang cocok untuk menulis, sementara istri dan anak-anaknya berjalan-jalan tanpa dirinya.

Empat Pertimbangan dalam Memilih Penerbit

Sebelum memilih Penerbit HAS, Mujib lebih dulu menyeleksi beberapa penerbit. Ia berpegang pada empat kriteria. Pertama, tersedia editor yang memberikan masukan terhadap naskah. Kedua, naskah bisa memiliki ISBN dan HAKI. Ketiga, biaya relatif terjangkau. Keempat, ada keuntungan tambahan, seperti royalti dan pemasaran.

Dari keempat kriteria itu, Mujibu Da’wat menilai bahwa Penerbit HAS memiliki akumulasi yang lebih baik daripada penerbit sejenis lainnya. Oleh karena itu, HAS terpilih menjadi rumah untuk bukunya tersebut.

Membuka Peluang untuk Buku Berikutnya

Di akhir perbincangan, Mujibu Da’wat mengaku ingin kembali menerbitkan buku. Ia masih menyimpan naskah lama yang perlu sedikit disesuaikan dengan situasi saat ini. Rencananya, naskah itu akan ia tinjau ulang pada awal tahun depan.

“Mungkin awal tahun depan saya lihat kembali naskah tersebut,” pungkas Mujib.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.