Detak Tribe – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, resmi membuka seleksi penerimaan calon anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya untuk periode 2026–2030. Proses penjaringan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa tahapan seleksi administrasi akan berlangsung mulai 16 Februari hingga 1 Maret 2026. Setelah itu, hasil seleksi nominasi akan diumumkan pada 2 Maret 2026. Tahap berikutnya berupa pemaparan gagasan sekaligus wawancara dijadwalkan pada 4–5 Maret 2026.
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, Pemkot Surabaya telah lebih dulu membentuk panitia seleksi (pansel). Pansel ini terdiri dari unsur perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya. Nantinya, panitia inilah yang bertanggung jawab menyiapkan seluruh proses pemilihan hingga menyampaikan laporan hasil seleksi kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Febrina merinci, tugas pokok pansel mencakup berbagai tahapan penting. Mulai dari menyiapkan proses pemilihan, menyusun pedoman teknis, mengumumkan rekrutmen bakal calon anggota Dewan Pendidikan, melaksanakan seleksi, hingga melaporkan hasil akhir pemilihan.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut tidak ringan, sehingga pihaknya memilih akademisi yang memiliki rekam jejak dan integritas yang kuat.
Adapun akademisi yang tergabung dalam panitia seleksi antara lain Prof. Muchlas Samani dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Suryanto, Psikolog dari Universitas Airlangga (Unair), serta Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha Hendrati dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim).
Selain itu, terdapat pula Dr. Suko Widodo dari Unair serta Dr. Ing. Ir. Setyo Nugroho dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang turut bergabung dalam pansel.
Salah satu anggota pansel, Suko Widodo, menyatakan bahwa proses seleksi ini merupakan langkah strategis Pemkot Surabaya bersama Dinas Pendidikan dalam mencari mitra yang tepat untuk mendorong kemajuan pendidikan di Surabaya.
Ia menegaskan, panitia memiliki komitmen untuk menjaring tokoh-tokoh yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam bidang pendidikan.
Melalui proses seleksi yang terbuka dan melibatkan kalangan akademisi, Pemkot Surabaya berharap Dewan Pendidikan periode 2026–2030 dapat diisi oleh figur-figur terbaik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Surabaya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












