Detak Tribe – Gempa bumi bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah pantai utara Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (12/09/2026) pukul 04.23.55 WIB.
Supervisor on Duty InaTEWS, Debi Safari Yogaswara, mengatakan gempa yang mengguncang wilayah Pantai Utara Kepulauan Seribu tersebut merupakan gempa bumi dalam yang terjadi akibat aktivitas intraslab. Hal itu diketahui berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab,” ujar Debi dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal. Sementara itu, berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan dan laporan dari masyarakat, gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.
Gempa tercatat dirasakan dengan skala IV MMI di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Pada skala IV MMI, gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan di luar rumah dirasakan oleh beberapa orang. Gerabah dapat pecah, sementara jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.
Selanjutnya, gempa dirasakan dengan skala III MMI di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Getaran juga terasa seperti ada truk yang sedang berlalu.
Kemudian, skala II-III MMI tercatat di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan. Pada skala II-III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
Sementara itu, skala II MMI dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat. Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.
Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG memastikan akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada para pemangku kepentingan serta masyarakat.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











