Politik

Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Usung Semangat Gotong Royong

71
×

Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Usung Semangat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Usung Semangat Gotong Royong
Logo Partai Gerakan Rakyat. (Instagram/@gerakanrakyat.id).

Detak Tribe – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat secara resmi menyepakati pembentukan partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I hari kedua yang berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/01/2026).

Pembentukan partai politik ini merupakan hasil dari pemungutan suara digital yang dilakukan selama satu jam. Dari total 403 anggota yang memberikan hak suara, sebanyak 395 orang menyatakan setuju, sementara 8 anggota menyatakan tidak setuju.

Pemungutan suara tersebut bersifat eksklusif, hanya dapat diikuti oleh anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi dan telah terdaftar dalam sistem Daftar Nomor Anggota Gerakan Rakyat (DNAGR).

Hasil keputusan tersebut kemudian disahkan dalam rapat pleno yang dihadiri oleh 511 peserta dari berbagai tingkatan kepengurusan. Peserta pleno terdiri dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 402 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta jajaran Dewan Pakar dan pengurus pusat.

Dalam forum tersebut, Sahrin Hamid secara mufakat ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat. Dalam pidato perdananya setelah ditetapkan sebagai ketua umum, Sahrin menegaskan bahwa kelahiran Partai ini merupakan respons terhadap kondisi politik nasional yang dinilai semakin elitis.

Ia menyampaikan bahwa partai ini hadir sebagai wadah perjuangan politik yang berpihak pada rakyat. Sahrin menjelaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat terinspirasi dari gagasan keadilan sosial yang selama ini diperjuangkan oleh Tokoh Inspiratif sekaligus Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Rasyid Baswedan.

“Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, kini tidak lagi menjadi perjuangan individu, melainkan telah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat,” ujar Sahrin.

Ia juga menekankan bahwa gotong royong menjadi kekuatan utama partai tersebut. Sejak tahun 2023 hingga 2026, seluruh aktivitas Gerakan Rakyat dijalankan secara swadaya dan patungan oleh anggota, tanpa keterlibatan kekuatan oligarki maupun dinasti politik.

Sebagai pembeda dengan partai politik lain, Partai Gerakan Rakyat menetapkan Panca Dharma sebagai karakter dasar setiap kader. Nilai-nilai tersebut meliputi religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, serta integritas moral.

Selain membangun karakter kader, Sahrin menegaskan bahwa roda organisasi partai akan dijalankan dengan prinsip demokrasi yang sehat, khususnya melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Ia menegaskan bahwa pimpinan partai di semua tingkatan, mulai dari DPW, DPD, hingga DPC tidak boleh menjadi otoritas tunggal. Menurutnya, para pimpinan harus berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang bagi keputusan kolektif seluruh anggota.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.