Detak Tribe – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) mulai mematangkan persiapan atlet tenis nasional menuju Asian Games 2026 dengan langkah yang lebih serius dan terstruktur. Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah pembiayaan program tur internasional bagi Janice Tjen bersama sejumlah petenis andalan Indonesia lainnya.
Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, menjelaskan bahwa pihaknya akan menjalankan program pemusatan latihan atau training camp (TC) secara intensif, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Para atlet nasional diwajibkan mengikuti sedikitnya 20 seri turnamen internasional sebagai bagian dari program pembinaan. Selain itu, Pelti juga menjadwalkan program latihan dalam negeri yang akan berlangsung sejak Januari hingga Agustus.
Untuk pelaksanaan TC di luar negeri, Pelti memperkirakan kebutuhan anggaran berada di kisaran Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Meski demikian, Pelti membuka peluang kerja sama dengan pihak sponsor guna mendukung pembiayaan program tersebut demi mendongkrak prestasi atlet di level internasional.
Nurdin menilai capaian atlet tenis Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand menjadi modal berharga untuk melangkah ke persaingan yang lebih tinggi. Ia pun menargetkan Janice Tjen mampu menembus peringkat 30 dunia pada 2026, sehingga membuka peluang lolos otomatis ke Olimpiade 2028.
“Hasil atlet tenis Indonesia di SEA Games 2025 Thailand menjadi modal penting untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Kami menargetkan Janice Tjen bisa menembus peringkat 30 dunia pada 2026 agar peluang ke Olimpiade 2028 terbuka,” ujar Nurdin.
Selain target individu, Pelti juga menaruh harapan besar pada nomor tunggal putri untuk menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang Asian Games 2026. Komposisi pemain yang akan diturunkan disebut masih mengandalkan skuad yang tampil di SEA Games 2025 Thailand.
Meski demikian, Pelti tidak menutup mata terhadap pentingnya regenerasi. Nurdin memastikan pihaknya mulai menyiapkan atlet pelapis guna menjaga kesinambungan prestasi tenis nasional.
“Regenerasi harus berjalan agar prestasi tenis Indonesia terus meningkat,” katanya.
Upaya pembinaan dan penguatan tim terus didorong agar performa atlet nasional semakin maksimal, sekaligus memastikan tenis Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di level regional maupun dunia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.












