News

Pembunuhan di Pekanbaru: Menantu Jadi Dalang, Pelaku Sempat Kabur ke Aceh

20
×

Pembunuhan di Pekanbaru: Menantu Jadi Dalang, Pelaku Sempat Kabur ke Aceh

Sebarkan artikel ini
Pembunuhan di Pekanbaru: Menantu Jadi Dalang, Pelaku Sempat Kabur ke Aceh
Empat tersangka kasus pembunuhan di Pekanbaru. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Kasus pembunuhan seorang nenek bernama Dumaris (60) di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, akhirnya berhasil diungkap polisi. Ternyata, ada empat orang yang terlibat dalam aksi keji ini.

Mereka adalah dua laki-laki dan dua perempuan, masing-masing berinisial AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22). Mirisnya, otak di balik pembunuhan ini adalah AFT, yang tak lain adalah menantu korban sendiri.

Kejadian bermula pada Rabu (29/04/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Para pelaku masuk ke rumah korban. merampok, lalu menghabisi nyawanya. Aksi brutal itu bahkan terekam kamera CCTV yang terpasang di dalam dan luar rumah.

Pelaku eksekutor, SL, memukul kepala Dumaris berulang kali menggunakan kayu balok. Sadar kamera merekam semua perbuatannya, ia pun menghancurkan CCTV tersebut dengan kayu yang sama.

Dari rumah korban di Kota Pekanbaru, para pelaku pembunuhan berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga, mulai dari perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor, handphone, laptop, hingga jam tangan.

Hari itu juga, keempat pelaku langsung tancap gas menuju Medan, Sumatera Utara. Mereka tiba di sana pada Kamis (30/04/2026) malam dan langsung mencari tempat hiburan malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, mengungkapkan hal itu saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (03/05/2026).

“Mereka belum sempat membagi hasil merampok. Malam Jumat itu sampai di Medan, mereka cari kelab malam. Di situ mereka pesta narkoba menggunakan pil ekstasi. Mereka happy-happy,” ungkap Hasyim.

Jumat (01/04/2026) pagi, kawanan ini berpencar. EW dan L diturunkan di Binjai, Sumatera Utara. Sementara AFT dan SL—yang diketahui merupakan pasangan nikah siri—melanjutkan pelarian ke Aceh Tengah, Aceh, dan bersembunyi di sebuah kos-kosan milik saudara SL.

Semua barang hasil rampokan dibawa oleh AFT. “Dalam tas itu ada perhiasan emas, uang, laptop, hingga jam tangan,” sebut Hasyim. Dari hasil pemeriksaan urine, keempat pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.