Pendidikan

Pemutakhiran Data MBG, BGN Coret 1.653 Sekolah yang Dinilai Mandiri Finansial

22
×

Pemutakhiran Data MBG, BGN Coret 1.653 Sekolah yang Dinilai Mandiri Finansial

Sebarkan artikel ini
Pemutakhiran Data MBG, BGN Coret 1.653 Sekolah yang Dinilai Mandiri Finansial
Ilustrasi MBG. (Dok. istimewa).

Detak Tribe – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemutakhiran data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam proses tersebut, sebanyak 1.653 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dicoret dari daftar penerima manfaat MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional hingga sekolah yang dinilai sudah memiliki kemampuan finansial secara mandiri dan tidak bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mayoritas dari 1.653 yang kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana BOS,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Kamis (10/09/2026).

Sudaryono menjelaskan, pemutakhiran sasaran penerima MBG dilakukan BGN melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data satuan pendidikan yang lebih menyeluruh.

Menurut Sudaryono, pendataan mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, serta satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari total tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara itu, sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya masih belum menerima program tersebut dan akan menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan MBG.

“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” ujar Sudaryono.

Ia mengatakan, pemutakhiran data penerima manfaat dilakukan untuk memastikan proses perluasan program MBG berjalan secara terukur. Menurutnya, perluasan layanan tidak hanya mempertimbangkan jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani, tetapi juga memperhatikan skala prioritas dan kondisi di masing-masing wilayah.

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa BGN menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG. Ia memastikan seluruh permohonan tersebut akan ditindaklanjuti.

BGN, katanya, akan melakukan investigasi dan pemetaan terlebih dahulu sebelum memberikan layanan. Proses tersebut dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.