Detak Tribe – Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, hingga mencapai 146,6 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Jember agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami terus memperkuat penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Jember untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Ahad dalam keterangannya, Rabu (09/09/2026).
Menurutnya, penguatan distribusi dilakukan setelah antrean sempat terjadi di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut dipicu oleh kendala distribusi dari Banyuwangi serta adanya peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline.
“Kendala distribusi terjadi akibat kemacetan di jalur Ketapang–Banyuwangi yang mencapai sekitar 12 kilometer, seiring dengan pekerjaan revitalisasi kapasitas dermaga ASDP,” tuturnya.
Kemacetan di jalur tersebut berdampak terhadap waktu tempuh mobil tangki. Akibatnya, pengiriman BBM menuju Jember sempat tidak berjalan secara optimal. Pada saat yang sama, meningkatnya aktivitas masyarakat serta adanya panic buying turut mendorong kenaikan konsumsi Pertalite dan Pertamax.
Merespons kondisi itu, Pertamina langsung mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat pasokan. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Jember melalui audiensi yang dilakukan pada Minggu (06/09/2026). Pengiriman BBM ke Jember juga terus ditingkatkan secara bertahap.
Ahad menjelaskan, pada 6 September 2026, pasokan gasoline ke Jember mencapai 704 kiloliter (KL). Jumlah tersebut setara dengan 109 persen dari kebutuhan normal harian yang berada di angka 650 KL.
Pasokan kemudian kembali ditambah pada 7 September 2026 menjadi 880 KL atau mencapai 135,3 persen dari kebutuhan normal. Selanjutnya, pada 8 September 2026, pasokan kembali ditingkatkan hingga mencapai 952 KL atau 146,6 persen.
“Pada 6 September 2026, pasokan gasoline ke Jember mencapai 704 kiloliter (KL) atau 109 persen dari kebutuhan normal harian sebesar 650 kiloliter. Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 880 KL atau 135,3 persen pada 7 September dan kembali mencapai 952 KL atau 146,6 persen pada 8 September 2026,” katanya.
Penambahan pasokan tersebut dilakukan untuk mempercepat penguatan stok atau build up Pertalite dan Pertamax di SPBU, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.
Pertamina juga akan terus memantau kondisi stok serta penyaluran BBM di lapangan. Distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU agar pasokan tetap mencukupi.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.











