News

Prabowo Mau Jadi Mediator Iran-AS, Dapat Restu dari Timur Tengah hingga Pakistan

24
×

Prabowo Mau Jadi Mediator Iran-AS, Dapat Restu dari Timur Tengah hingga Pakistan

Sebarkan artikel ini
Prabowo Mau Jadi Mediator Iran-AS, Dapat Restu dari Timur Tengah hingga Pakistan
Presiden Prabowo Subianto. (Muchlis Jr/Sekretariat Presiden).

Detak Tribe – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk tampil sebagai mediator dalam konflik yang tengah memanas antara Iran di satu sisi, dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lain.

Kabar ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Bidang Penanggulangan Bencana sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid. Menurutnya, niat Prabowo itu bukan tanpa respons. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah justru menyambut baik langkah tersebut.

Nusron mengungkapkan hal itu usai menghadiri pertemuan bersama para kyai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (05/03/2026) malam.

“Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya bapak presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil bapak presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE,” kata Nusron.

Ia juga menambahkan bahwa Prabowo tidak berjalan sendiri. Bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara, Prabowo disebut memiliki visi yang sama, yakni mendorong perdamaian dan mencegah konflik di Timur Tengah semakin melebar ke mana-mana.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, turut angkat bicara. Ia menilai Prabowo telah menunjukkan komitmen nyata untuk ikut andil dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah, serta menegaskan bahwa Indonesia punya posisi yang cukup strategis untuk membuka ruang komunikasi di antara pihak-pihak yang berkonflik.

“Yang jelas bahwa presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah, terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri,” ujar Yahya.

Lebih jauh, Yahya juga menyebut Indonesia berpeluang besar memainkan peran sebagai mediator karena dikenal dan diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

“Alhamdulillah, Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.