UMKM

Praja IPDN Dorong Kebangkitan UMKM Pascabencana di Aceh Tamiang

×

Praja IPDN Dorong Kebangkitan UMKM Pascabencana di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Praja IPDN Dorong Kebangkitan UMKM Pascabencana di Aceh Tamiang
Praja IPDN dorong kebangkitan UMKM di Aceh Tamiang. (Dok. Kementerian UMKM).

Detak Tribe – Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya ini melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta lebih dari 1.000 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa keterlibatan Praja IPDN menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam proses pemulihan, tidak hanya pada sektor infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga dalam mendukung pelaku UMKM yang terdampak bencana.

Menurut Maman, para Praja IPDN tidak hanya membantu membersihkan kantor pemerintahan dan fasilitas umum, tetapi juga turun langsung membersihkan toko dan warung milik pelaku UMKM. Langkah tersebut merupakan bentuk gotong royong yang konkret untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Praja IPDN ikut membersihkan toko dan warung UMKM, ini adalah wujud gotong royong nyata agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa segera pulih,” ujar Maman, dilansir dari RRI, Selasa (06/01/2025).

Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan secara terpisah antar sektor. Proses tersebut harus berjalan terintegrasi, mulai dari berfungsinya pemerintahan, pulihnya layanan publik, hingga kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya membangkitkan UMKM, Kementerian UMKM menghadirkan program Klinik UMKM Bangkit. Klinik ini menyediakan layanan pembiayaan, pendampingan produksi barang lokal, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kebijakan relaksasi utang bagi UMKM yang terdampak bencana. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keuangan pelaku usaha sehingga mereka bisa kembali menjalankan usahanya.

“Relaksasi utang ini disiapkan agar pelaku UMKM dapat kembali beraktivitas tanpa terbebani kewajiban keuangan,” jelas Maman.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan bahwa berjalannya pemerintahan menjadi indikator utama dimulainya pemulihan suatu daerah. Dengan pemerintahan yang kembali berfungsi, seluruh sumber daya negara dapat dimobilisasi untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Ia menambahkan, kebangkitan ekonomi masyarakat merupakan simbol paling nyata dari pemulihan. Hal tersebut ditandai dengan kembali beroperasinya pasar, toko, dan warung di wilayah terdampak bencana.

“Kebangkitan ekonomi masyarakat menjadi tanda paling jelas bahwa daerah mulai pulih, terlihat dari pasar, toko, dan warung yang kembali beroperasi,” kata Tito.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news detaktribe.com.